Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSimbok Susur - Surkarta, Jawa Tengah
Kesenian simbok susur adalah salah satu kesenian yang ada di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Kesenian ini termasuk kesenian baru di Kelurahan Sudiroprajan karena baru berdiri pada tahun 2010. Pertama kali yang mempunyai ide menciptakan kesenian simbok susur adalah Jawul yang terinspirasi dari budaya susuran yang telah punah. Simbok susur merupakan kesenian yang bertemakan dolanan anak. Meskipun bertemakan dolanan anak tetapi para penarinya justru orang-orang tua yang berusia 30-50 tahun. Kesenian simbok susur pertama kali tampil dalam perayaan Grebeg Sudiro. Dalam penampilannya kesenian ini mempunyai ciri khas yaitu para penarinya nginang (susuran) sambil melantunkan tembang-tembang dolanan. Tembang dolanan yang ditembangkan antara lain jaranan, cubla-cublak suweng dan simbok susur. Tembang simbok susur merupakan tembang yang selalu ditembangkan pada setiap penampilan karena tembang ini menjadi ciri khas dalam kesenian simbok susur. “Simbok susur yen nginang susure diubengke mrana mrene ngrasaake lambene nganti ndomble gegeden susure”. Tembang simbok susur ini menggambarkan orang tua zaman dulu yang selalu nginang untuk memperkuat giginya. Dalam pertunjukannya kesenian simbok susur diiringi dengan instrumen yang terdiri dari jimbe, basssdrum dan bendhe. Ragam gerak yang terdapat pada kesenian simbok susur tidak selalu sama dan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan namun terdapat gerak yang selalu ada dalam setiap pertunjukan. Gerakan tersebut antara lain gerakan simbok susur, lenggang, nunggang jaran, uteran dan sirpong. Kesenian simbok susur juga mempunyai keunikan dalam hal tata rias dan busana. Tata rias dan busana yang digunakan dipegaruhi oleh lingkungan dimana kesenian ini tumbuh yaitu lingkungan Kelurahan Sudiraprajan yang merupakan perkampungan peranakan antara Jawa dan Cina. Rias yang digunakan adalah rias oriental seperti topeng Cina sedangkan untuk busana adalah busana Jawa (jarik dan baju lurik). Jumlah anggota dalam kesenian simbok susur kurang lebih 20 orang yang terdiri dari 8 anggota, 6 pengiring, dan 8 penari. Kesenian simbok susur mempunyai fungsi sosial dan juga berfungsi sebagai tontonan. Fungsi sosial karena kesenian simbok susur merupakan kegiatan bersama yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sudiroprajan juga sebagai perekat silaturahmi dimana masyarakat menyaksikan kesenian simbok susur tidak hanya dari Kelurahan Sudiraprajan saja. Selain itu masyarakat di Kelurahan Sudiroprajan yang merupakan kampung peranakan Jawa dan Cina dengan adanya kesenian simbok susur ini bisa menambah jalinan kekeluargaan dan kerukunan antar masyarakat. Selain mempunyai fungsi sosial kesenian simbok susur juga berfungsi sebagai tontonan yang bersifat menghibur dengan tampil dalam beberapa acara antara lain tampil dalam acara Hari Jadi Kota Solo, Solo kampung Art, hari Tari Sedunia, dan sebagainya sedangkan untuk agenda rutin kesenian simbok susur tampil dalam acara Grebeg Sudiro.