Ngisis Wayang Keraton Kasunanan Surakarta - Surakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaNgisis Wayang Keraton Kasunanan Surakarta - Surakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasKRT. Sihantodipuro
Pencatat Karya BudayaTh. Esti Wuryansari, S.Ant.
Narasumber-
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKOTA SURAKARTA
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
Ngisis (mengangin-nganginkan) wayang merupakan kegiatan yang bertujuan untuk perawatan/konservasi terhadap koleksi wayang. Ngisis wayang keraton Kasunanan Surakarta dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa Kliwon dan Kamis yang berlokasi di Sasana Andrawina dan Gedhong Lembisana Keraton Kasunanan Surakarta. Upacara ngisis wayang kulit di keraton menjadi salah satu bagian tindakan khusus terhadap benda-benda yang dianggap pusaka tentunya tidak lepas dari unsur-unsur ritual. Demikian pula dengan ngisis wayang yang diselenggarakan oleh Keraton Kasunanan Surakarta. Sesaji/ubarampe dalam prosesi ngisis wayang di Keraton Kasunanan Surakarta meliputi: inthuk-inthuk lanang wadon, bekakak ayam panggang/ayam yang masih hidup, sego golong, gereh sak ubarampene, jajan pasar, pala kapendhem, kembang telon (kenanga, mawar, kanthil), pisang raja setangkep, jenang abang putih, jenang dhedhak katul, janganan (urap), ketan (abang, putih, kuning, biru), arang dan kemenyan, pengantenan (daun sirih, injet). Perlengkapan yang perlu dipersiapkan dalam ngisis wayang antara lain: tali berwarna putih, kain mori, tiang penyangga, anglo, arang kayu, korek api, kemenyan, benang dan jarum jahit, malam, gunting dan pemes (cuter), gegel balung, kuas cat. Persiapan yang dilakukan adalah abdi dalem yang bertugas menggunakan pakaian kejawen jangkep kemudian memasuki Sasanan Andrawina dan menyiapkan perlengkapan yang diperlukan dalam ngisis wayang. Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam ngisis wayang antara lain: - Pukul 08:00 WIB, abdi dalem menyiapkan selembar kain mori dan tiang penyangga kayu dan seutas tali yang diambil dari Gedhong Lembisana dan di bawa ke Sasana Andrawina kemudian tali dan kain mori dibentangkan. Kain mori digunakan untuk menggantungkan wayang yang diisis. - Pukul 09:00 WIB, perangkat wayang yang akan diisis dikeluarkan dari Gedhong Lembisana kemudian dibawa ke Sasana Andrawina yang digotong oleh para abdi dalem yang tidak menggunakan pakaian kejawen jangkep tetapi hanya menggunakan blangkon cekok mondhol dan samir. - Di Sasana Andrawina kotak wayang diletakkan membujur ke utara dengan anakan kotak berada di sebelah selatannya. Sebelum kotak dibuka dilakukan chaos dhahar dengan pembakaran menyan serta pembacaan mantra dan doa. - Selesai chaos dhahar, tutup kotak wayang dibuka dan wayang dikeluarkan satu persatu dari eblek yang paling atas hingga hingga paling bawah secar berurutan. Setelah seluruh wayang dikeluarkan, kotak wayang kemudian dibersihkan dan diberi pengharum seperti kapur barus, akar wangi dan bulu merak. - Setelah seluruh wayang dikeluarkan kemudian kegiatan ngisis wayang dimulai. - Eblek wayang tidak terpakai diisis di luar Sasana Andrawina - Pukul 12.00 WIB, eblek kemudian diambil untuk meletakkan perangkat wayang telah selesai diisis dengan urutan dan posisi yang sama sebelum diisis. - Setelah tertata rapi kemudian kotak ditutup kembali. - Kotak perangkat wayang kembali diusung ke Gedhong Lembisana. - Seluruh perlengkapan penunjang diletakkan kembali ke lemari dan untuk sesaji kemudian dimakan bersama-sama oleh para abdi dalem dan seluruh orang yang terlibat dalam prosesi ngisis wayang tersebut. Hal yang dilakukan dalam ngisis wayang antara lain membersihkan wayang, membetulkan tali sekung pada wayang, membetulkan gapit, membaca tulisan yang ada di palemahan wayang. Fungsi dan makna dari kegiatan ngisis wayang antara lain: 1. melindungi wayang dari kerusakan yang disebabkan oleh jamur dan serangga serta memperpanjang usia perawatan wayang 2. sarana untuk mendapatkan berkah 3. sumber informasi mengenai penggolongan wayang yang ada di keraton kaitannya fungsi dan hubungannya dengan sanggit lakon 4. bahan perbandingan antara deskripsi dan narasi 5. sarana untuk mengenalkan berbagai garap rupa wayang kaitannya dengan penokohan dan karakter wayang