Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSate Kere - Surakarta, Jawa Tengah
Salah satu kuliner yang terkenal di Kota Surakarta (Solo) adalah sate kere. Kuliner yang satu ini cukup terkenal dan menjadi favorit banyak orang. Salah satu warung sate kere yang cukup legendaris di Kota Surakarta adalah ‘Sate Kere Yu Rebi’. Yu Rebi memulai usaha berjualan sate kere sejak tahun 1965. Pada waktu itu cara berjualan sate kere dilakukan berkeliling Kota Surakarta dengan cara dipikul. Usaha tersebut kemudian mengalami perkembangan dan pada tahun 1985 Yu Rebi mulai mangkal di Jalan Kebangkitan Nasional. Bahan utama pembuatan sate kere adalah tempe gembus yang pada masa itu identik sebagai bahan makanan untuk golongan masyarakat bawah. Pada waktu itu sate yang terbuat dari daging oleh masyarakat dianggap sebagai makanan khusus untuk masyarakat kalangan menengah ke atas mengingat harganya yang cukup mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat bawah. Masyarakat dari kalangan bawah kemudian tidak kehilangan akal, mereka menciptakan sate dengan inovasi baru yaitu sate yang terbuat dari bahan yang terjangkau harganya. Inovasi baru tersebut menghasilkan sate yang terbuat dari tempe gembus yang kemudian dikenal sebagai sate kere. Dalam bahasa Jawa ‘kere’ mempunyai arti miskin. Sate ini dinamakan sate kere karena bahannya menggunakan bahan tempe gembus sebagai pengganti daging yang mahal. Tempe gembus terbuat dari ampas sisa pembuatan tahu yang kemudian diberi ragi tempe sehingga mengalami fermentasi dengan timbul jamur yang berwarna putih. Pada awalnya Yu Rebi hanya menjual sate gembus namun seiring berjalannya waktu dan atas permintaan pelanggan Yu Rebi kemudian melengkapi sate kere dengan bahan jeroan daging sapi seperti usus, kikil dan jeroan sapi lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan bahan sate kerenya Yu rebi tidak membuat sendiri tempe gembusnya. Tempe gembus diperoleh dengan cara membeli di pasar dalam bentuk tampah. Yu Rebi dalam sehari menghabiskan sekitar 4-5 tampah yang berukuran diameter 60 cm. Cara membuat sate kere setelah bahan-bahan (tempe gembus dan jeroan sapi) disiapkan kemudian direndam dalam bumbu bacem sampai meresap. Setelah bumbu meresap kemudian dibakar di atas bara api hingga matang. Sate yang telah matang kemudian disajikan dengan bumbu kacang. Sate kere dapat dinikmati dengan nasi maupun lontong. Seporsi sate kere terdiri dari 10 tusuk sate dengan harga Rp 10.000,- hingga Rp 30.000,-.