Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Lenjongan - Surakarta, Jawa Tengah |
Lenjongan merupakan salah satu jenis jajanan tradisional yang terdiri dari beberapa macam jajan pasar antara lain gendar, grontol (jagung), cenil, thiwul gula merah, thiwul gula pasir, ketan hitam, ketan putih, gethuk, klepon, gathot, sawut dan jongkong. Beragam jajanan ini dijajakan dalam satu wadah bisa lengkap semua jenis jajanan tersebut maupun bisa dipilih sesuai selera. yang ditaburi dengan kelapa parut dan gula pasir halus atau disiram dengan kuah kental yang terbuat dari gula merah sesuai dengan selera pembeli. Mayoritas jajanan pasar dalam lenjongan tersebut menggunakan bahan baku singkong dan tepung beras sebagai bahan dasarnya. Jajanan tradisional lenjongan ini masih bisa dijumpai di Pasar Gede Solo. Salah satu penjual lenjongan adalah Yu Sum (Suminem) yang telah berjualan selama 40 tahun.
Yu Sum nama panggilan akrab dari bu Suminem ini, sebelum berjualan secara menetap di salah satu los yang ada di Pasar Gede melakukan penjualan lenjong dengan cara keliling sejak mulai usia 16 tahun. Resep pembuatan lenjongan beliau peroleh dari ibunya yang bernama Mbah Parto Surip. Lenjongan menawarkan beragam tekstur. Lenjongan yang terbuat dari singkong seperti gethuk, sawut, dan jongkong memiliki tekstur padat berisi dengan rasa manis. Sedangkan cenil dan klepon yang terbuat dari tepung beras berstektur kenyal.
Cara pembuatan lenjong cukup rumit karena jenis jajanannya yang banyak macamnya. Beberapa jenis adonan yang berbeda perlu disiapkan, setelah adonan siap kemudian dikukus hingga matang. Bahan-bahan untuk membuat adonan tersebut telah dipersiapkan sore sebelumnya dan pada pagi harinya kurang lebih jam 3 pagi tinggal melanjutkan dan menyelesaikan makanan tersebut kemudian berangkat ke pasar. Dalam proses pembuatan lenjongan Yu Sum dibantu oleh anaknya.