Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Sunatan Banyuwangi - Banyuwangti, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Alex Jokomulyo |
| Pencatat Karya Budaya | Yustina Hastrini Nurwanti, S.S. |
| Narasumber | Alex Jokomulyo |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. BANYUWANGI |
| Penginput Data | Puja Setianto |
Upacara adat Sunatan Anak Using merupakan upacara yang dimaksudkan untuk merayakan dan mensyukuri seorang anak Using yang dikhitankan. Upacara Sunatan Using dilakukan oleh warga Kabupaten Banyuwangi yang masih memegang teguh tradisi Using. Istilah sunatan mempunyai pengertian yang sama dengan khitanan. Dalam masyarakat Using, seorang anak yang dikhitankan sering diartikan sebagai di- Islamkan. Sunatan berlaku baik bagi anak laki-laki maupun anak perempuan. Anak perempuan biasanya dikhitan secara khusus. Hal ini berbeda dari anak laki-laki. Khitanan yang dilakukan terhadap anak laki-laki selalu dilaksanakan secara besar- besaran. Pengkhitanan biasanya dilaksanakan pada usia sekitar tujuh tahun. Dahulu kegiatan khitanan dilakukan oleh dukun sunat secara tradisional dengan alat yang dinamakan calug. Penyembuhannya dilakukan dengan memberikan lenga putih "minyak putih". Pemilihan harinya pun tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan dipilihkan hari yang baik berdasarkan perhitungan tertentu. Kegiatan khitanan dalam masyarakat Using dirayakan dengan menanggap hiburan selama beberapa malam, seperti: Barong, Seblang, atau Angklung. Upacara khitanan membutuhkan biaya besar. Upacara khitanan terlebih dahulu diawali dengan upacara memule saudara si anak yaitu ari-ari dan mengirim kabar kepada para leluhur yang dipimpin sesepuh. Di samping itu, dilakukan pula selamatan di makam Buyut Cili dengan memberikan sajian berupa tumpeng serakat dengan sajian utama pecel pitik. Sajian ini dimaksudkan agar yang punya hajat dan si anak yang dikhitan dijauhkan dari berbagai halangan dan bahaya serta segala sesuatu yang dilakukan dapat membuahkan hasil baik. Sebelum berangkat ke dukun/mantri sunat, si anak meminta doa restu kepada para tamu undangan, lalu dilanjutkan dengan sedhekahan dan tahlilan serta pembacaan Lontar Yusuf semalam suntuk. Para tamu undangan memberi sumbangan dalam berbagai bentuk kepada si anak seperti: uang, pakaian, dan sebagainya. Pada malam harinya, dilanjutkan dengan acara jagongan dan pergelaran hiburan.