Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Labuhan Nelayan Pantai Samas/Upacara Adat Jalanidhi - Bantul, DIY |
Sejarah:
Upacara Labuhan Nelayan Pantai Samas sering juga disebut Upacara Labuhan Jalanidhi. Upacara tersebut digelar oleh masyarakat Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul setiap tahun sekali pada hari Ahad Pon Bulan Sura dalam kalender Jawa. Tempat penyelenggaraan upacara di Balai Desa Srigading. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan memohon agar para nelayan diberi hasil laut yang melimpah.
Prosesi upacara di mulai pukul 09.00, akan tetapi sebelumnya diadakan persiapan baik yang berkaitan dengan tempat pelaksanaan upacara dan juga yang berkaitan dengan sesaji yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan upacara. Sesaji utama yang diperlukan pada upacara ini berupa kepala kerbau yang kemudian diarak dengan berjalan kaki menuju Pantai Samas yang berjarak 4 Km. Arak-arakan diawali dengan pemain musik khas prajurit kraton. Berikutnya barisan lurah desa yang didampingi oleh sesepuh. Sesampai di pantai Samas, berbagai sesaji ditempatkan di atas panggung. Kemudian para sesepuh dengan khusuk memimpin do’a, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Srigading, khususnya para nelayan memperoleh hasil laut yang melimpah. Tepat pukul 12.00 WIB prosesi upacara dilanjutkan dengan mempersiapkan sesaji yang akan dilarung. Tiga orang penari gambyong dengan membawa tambir berisi sesaji mengawali iring-iringan, diikuti oleh Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Sedang sesaji mustaka maesa diurutan berikutnya.
Di tepi pantai, salah satu sesaji berupa 2 ekor ayam dilepas oleh Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Masyarakat langsung berebut untuk menangkap ayam tersebut. Selanjutnya sesaji mustaka maesa, buah-buahan dan ketan berbagai warna bunga dimasukan ke dalam perahu nelayan. Secara bergotong royong para nelayan mendorong perahu tersebut untuk dimasukkan ke laut. Sejumlah 6 perahu melaut dengan berani para nelayan menerjang keganasan ombak untuk mengantar sesaji bagi penguasa segara Kidul.
Deskripsi:
Upacara Labuhan Nelayan Pantai Samas sering juga disebut Upacara Labuhan Jalanidhi. Upacara tersebut digelar oleh masyarakat Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul setiap tahun sekali pada hari Ahad Pon Bulan Sura dalam kalender Jawa. Tempat penyelenggaraan upacara di Balai Desa Srigading. Upacara tersebut dilaksanakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan dan memohon agar para nelayan diberi hasil laut yang melimpah.
Prosesi upacara di mulai pukul 09.00, akan tetapi sebelumnya diadakan persiapan baik yang berkaitan dengan tempat pelaksanaan upacara dan juga yang berkaitan dengan sesaji yang diperlukan dalam rangka penyelenggaraan upacara. Sesaji utama yang diperlukan pada upacara ini berupa kepala kerbau yang kemudian diarak dengan berjalan kaki menuju Pantai Samas yang berjarak 4 Km. Arak-arakan diawali dengan pemain musik khas prajurit kraton. Berikutnya barisan lurah desa yang didampingi oleh sesepuh. Sesampai di pantai Samas, berbagai sesaji ditempatkan di atas panggung. Kemudian para sesepuh dengan khusuk memimpin do’a, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat Desa Srigading, khususnya para nelayan memperoleh hasil laut yang melimpah. Tepat pukul 12.00 WIB prosesi upacara dilanjutkan dengan mempersiapkan sesaji yang akan dilarung. Tiga orang penari gambyong dengan membawa tambir berisi sesaji mengawali iring-iringan, diikuti oleh Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Sedang sesaji mustaka maesa diurutan berikutnya.
Di tepi pantai, salah satu sesaji berupa 2 ekor ayam dilepas oleh Bupati Bantul dan Lurah Desa Srigading. Masyarakat langsung berebut untuk menangkap ayam tersebut. Selanjutnya sesaji mustaka maesa, buah-buahan dan ketan berbagai warna bunga dimasukan ke dalam perahu nelayan. Secara bergotong royong para nelayan mendorong perahu tersebut untuk dimasukkan ke laut. Sejumlah 6 perahu melaut dengan berani para nelayan menerjang keganasan ombak untuk mengantar sesaji bagi penguasa segara Kidul.