Upacara Bathok Bolu - Sleman, DIY

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Bathok Bolu - Sleman, DIY
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaDwi Hastuti, S.Pd.
Narasumber-
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
Upacara Bathok Bolu merupakan upacara tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh penduduk Desa Sambiroto, Kalurahan Purwomartani, Kecmatan Kalasan, Kabupaten Sleman, tepatnya bertempat di Sendang Panguripan. Waktu pelaksanaan upacara pada setiap tanggal 9 Suro dalam penanggalan Jawa. Maksud dan tujuan dilaksanakan upacara tersebut yaitu untuk mengenang seorang tokoh cikal bakal Padusunan Sambiroto yaitu Eyang Demang Ranupati. Eyang Demang Ranupati adalah seorang ahli nujum dari Kraton Mataram yang wafat di alas Ketonggo Sambiroto. Selain itu upacara juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keselamatan, kesejahteraan dan rezki yang melimpah bagi masyarakat Sambiroto. Rangkaian upacara adat Bathok Bolu, diawali dengan gotong royong membersihkan sekitar kawasan Bathok Bolu, yaitu di Sendang panguripan, makam, dan sekitar Joglo Kraton yang dilakukan oleh semua penduduk Sambiroto. Persipan sesaji : 1. Air kehidupan (banyu penguripan) yang ditempatkan pada kendi besar disemayamkan di masjid. 2. Beras kurang lebih 1,5 kwintal untuk membuat gunungan 3. Perlengkapan gunungan berupa hasil bumi, baik sayuran maupun buah-buahan 4. Ayam jantan putih mulus untuk dibuat ingkung, yang mrupakan rangkaian dari tumpeng srengenge 5. Tumpeng urubeng srengenge yang dibuat dari nasi kuning 6. Jenang luber, diibuat dari beras ketan diwarnai merah dan putih 7. Jeneng tukang qoib, dibuat dari ketan hitam, beras merah, beras diwarnai kuning 8. Pisang raja setangkep, masing-masing lirang berjumlah songo (9) 9. Kain mori selembar 4 m 10. Kembang setaman dengan rangkaian melati 11. Janur kuning Prosesi upacara : 1. Kirab banyu panguripan yang diambil dari Sendang Ayu yang ditempatkan dalam kendi besar yang oleh juru kunci mulai dari Masjid Nurul Huda sampai Joglo Kraton Alas Ketonggo. Dalam kirab ini disertakan juga paying, tombak, bendera yang merupakan pusaka paringan dalem Kraton Yogyakarta 2. Ikut dikirab juga tumpeng urubeng srengenge dan gunungan besar 3. Kirab dikawal oleh bregada prajurit Bathok Bolu. 4. Urutan paling belakang adalah iringan kesenian tradisional, berupa sholawatan, jathilan, drum band dan lain-lain. Kirab sesaji diikuti segenap warga yang berpakaian Jawa Mentraman komplit. Setelah sesaji sampai di Joglo Kraton, kemudian disemayamkan di alas Bathok Bolu untuk dimintakan berkah kepada Allah SWT yang dipimpin oleh rois (sesepuh agama dusun). Selanjutnya air dibagikan pada semua pengunjung untuk mendapatkan berkah.Sedangkan gunungan diperebutkan oleh semua pengunjung. Sebagai penutup digelar pertunjukan kesenian tradisional berupa wayang kulit, jathilan, kethoprak, sholawatan dan badui.