Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Amplang - Sumenep, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Ruwami |
| Pencatat Karya Budaya | Dwi Hastuti, S.Pd. |
| Narasumber | Ruwani |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. SUMENEP |
| Penginput Data | Dwi Hastuti, S.Pd. |
Pada saat ini sektor kelautan merupakan salah satu program unggulan pemerintah. Program tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep dengan memanfaatkan ikan hasil tangkapan nelayan setempat untuk diolah menjadi makanan ringan berupa krupuk amplang. Seperti yang dilakukan Ibu Ruwami.yang bertempat tinngal di Jl. Pelabuhan Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Sumenep. Ibu Ruwami yang pada awalnya hanya coba-coba, akhirnya Ibu Ruwami yakin bahwa usahanya akan mendapat perhatian dari masyarakat. Hal itu karena Amplang hasil olahan ikan tengirinya enak dan laris maka ibu Ruwami lebih bersemangat lagi untuk menekuni usaha memproduksi kerupuk amplang.
Amplang dibuat dari bahan baku ikan tenggiri dan tepung serta ditambah bumbu lainnya yang diolah sedemikian rupa hingga menjadi kerupuk. Proses pembuatannya dimulai dengan membersihkan insang, duri dan kotoran ikan. Kemudian tengiri dicuci hingga bersih. Dilanjutkan dengan penghalusan ikan. Setelah ikan tenggiri sudah halus kemudian proses berikutnya mencampur ikan, tepung tapioka dan bumbu-bumbunya untuk dibuat adonan. Kalau dulu proses penghalusan ikan dan pencampurannya dilakukan secara manual atau tradisional. Namun kini setelah mendapat bantuan dari pemerintah berupa mesin penghalusan maka penghalusan dilakukan dengan mesin sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kerupuk amplang. Adonan amplang dibentuk dengan cara digulung menjadi gulungan besar lalu dikukus selama kurang lebih 1 jam. Selanjutnya dipotong-potong dengan ketebalan 0,5 รขโฌโ 1 cm dan dibuat menjadi berbagai macam bentuk, ada yang bentuk jari, ada yang berbentuk plintir, ada ada jg yang berbentuk lombokan. Proses selanjutnya dilakukan penggorengan. Untuk menggoreng kerupuk amplang diperlukan wajan yang besar dan digoreng dengan minyak goreng, di atas api yang sedang. Selesai digoreng kerupuk amplang didinginkan terlebih dahulu baru kemudian dikran kemas untuk kemudian dipasarkan. Pemasaran kerupuk ampalng produksi Ibu Ruwami disetorkan ke toko oleh-oleh, selain iru juga melalui online.