Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Merti Desa Wonosido - Purworejo, Jawa Tengah |
A. Legenda terjadinya Upacara Merti Desa Wonosido,
Daerah dalam katagori ini dicirikan antara lain oleh pemanfaatan tanah yang berorientasi pada kegiatan dibidang pertanian dan mayoritas penduduknya juga bermata pencaharian sebagai petani. Oleh karena itu, bukan suatu kebetulan apabila upacara ini masih bertahan di sebagian besar desa-desa di wilayah kecamatan Pituruh dan Bruno yang secara umum memperlihatkan ciri-ciri sebagai wilayah pedesaaan
Sudah barang tentu hal ini idak berarti bahwa upacara Merti Desa tidak dapat ditemukan dalam masyarakat di pedesaan-pedesaan yang semakin berkembang menuju masyarakat perkotaan. Di desa Wonosido, misalnya, upacara tradisi ini masih bertahan kendati secara umum tradisi agraris semakin terdesak seiiring dengan perkembangan wilayah dan masyarakat di desa ini yang semakin mewnunjukkan ciri perkotaan.
B. Tujuan Upacara
Upacara tradisional merti desa Wonosido diselenggarakan oleh masyarakat pendukungnya di Desa Womosido, diselenggrakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esda atas segala rakhmat yang telah dilimpahkan-Nya sehingga warga masyarakat dapat mendapatkan hasil panen yang baik, disamping pula merupakan permohonan kepada Tuhan agar seluruh warga selalu dalam lindungannya, dapat berhasil dalam bermata pencaharian, khususnya petani dengan hasil panennya yang melimpah ruah dan hidup aman tentram dan sejahtera
C.Waktu dan Tempat Upacara
upacara merti desa secara biasa dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat pendukungnya. Namun upacara merti desa secara besar-besaran diselenggarakan tiap tiga atau empat tahun sekali oleh seluruh masyarakat Desa Wonosido Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo yang betul-betul terfokus dengan segala kemampuan yang ada dengan biaya yang tidak sedikit guna terselenggarakannya upacara hajadan tersebut.
Tempat upacara diselenggaran di dua tempat yakni upacara sehabis kirim doa dari empat penjuru tapal batas desa bertempat di Rumah kepala desa dan puncak upacara besar bertempat di Balai Desa Wonosido.
D.Persiapan Pelaksanaan dan Perlengkapan Upacara
Dalam pelaksanaan suatu upacara tradisional terhadap berbagai macam unsur upacara yang pada hakekatnyaunsur upacara ini merupakan perlengkapan pokok penyelenggaraan upacara itu sendiri. Di dalam unsur upacara terkandung simbul atau makna dari penyelenggaraan upacara tersebut. Dalam penyelengggaraan upacara yang mendukung pelaksanaan upacara tersebut. Adapun unsur unsur upacara dan maknanya adal upacara tersebut adalah :
1. Sesaji
a. Sesaji Inti : yaitu macam-macam atau jenis makanan sesaji yang sudah baku atau tetap dipergunakan dalam upacara tradisional tersebut sejak jaman nenek moyang sampai sekarang. Sesaji-sesaji ini sudah barang tentu mempunyai makna sembolis yang berhubungan dengan kehidupan masyarakatnya. Adapun sesaji-sesaji tersebut terdiri :
Tumpeng : tumpeng berupa nasi berbentuk kerucut atau gunung tanpa laukpauk. Gunung yang berbentuk kerucut itu menurut kepercayaan adalah tempatr dewa atau mkaluk yang sangat dihormatiu. Tumpeng ini melambangkan sebuah pengharapan kepada Yang Maha Kuasa supaya permohonannya dapat dikabulkan.
b. Ingkung ayam : melambangkan manusia ketika masih bayi sebelum dilahirkan. Pada saat itu bayi belum mempunyai sesalahan apapun. Masih suci. Pada saat pelaksanaan upacara ingkung disajikan dengan maksud untuk mensucikan penduduk atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat baik disengaja atau tidak.