Upacara Tuk Si Bedug

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Tuk Si Bedug
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaDwi Hastuti, S.Pd.
Narasumber-
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. SLEMAN
Penginput Data-
Sejarah: Nama Upacara Tuk Si Bedhug berkaitan dengan mitos yang ada, yaitu ketika Sunan Kalijaga melakukan syiar sampai ke dusun itu. Mendengar adzan dzuhur, kemudian Sunan Kalijaga akan menunaikan ibadah dzuhur, namun tidak ada air untuk berwudhlu. Kemudian Sunan Kalijaga menancapkan tongkatnya dan keluarlah air untuk berwudhlu. Air yang keluar itu disebut dengan Tuk Si Bedhug. Deskripsi: Upacara Tuk Si Bedhug dilaksanakan setiap setahun sekali pada hari Jumat Pahing. Tujuannya yaitu untuk mengenang jasa Sunan Kalijaga atas syiar Islam yang sampai di daerah setempat. Adapun prosesi upacara Tuk Si Bedhug diawali dengan kirab budaya di Balai Desa Margodadi. Di pasanggrahan tersebut kemudian dilakukan upacara pemidangan yang dilanjutkan dengan penebaran udik-udik. Kemudian dilanjutkan upacara seremonial di lapangan Mranggen dengan atraksi tarian kerakyatan serta pembagian makanan berupa “cethil” dan “tirto sejati” kepada para pengunjung. Sebagai penutup rangkaian acara upacara Tuk Si Bedhug yaitu pada Jumat malam dilangsungkan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.