Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Bedhaya Bedhah Madiun - Surakarta, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Tari |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Yoga |
| Pencatat Karya Budaya | Theresiana Ani Larasati, S.Psi., M.Psi. |
| Narasumber | Suyati Tarwo Sumosutargio |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KOTA SURAKARTA |
| Penginput Data | Subiyantoro, S.Sn. |
Bedhaya Bedhah Madiun merupakan satu jenis tarian yang termasuk dalam sekian tari monumental selama masa pemerintahan Mangkunagara VII. Bedhaya Bedhah Madiun merupakan suatu tarian yang menceritakan peperangan antara Panembahan Senopati dari Mataram dengan putri Panembahan Madiun yang disebut Rangga Jumena.
Rangga Jumena merupakan keturunan Sultan Demak yang merasa tidak pantas untuk tunduk pada Senopati. Rangga Jumena setelah mengalami kekalahan kemudian mengandalkan putrinya yang cantik, yaitu Retna Dumilah untuk dapat mengalahkan Panembahan Senopati.
Bujuk rayu Senopati yang berwajah tampan dan tegap dapat menaklukkan hati Retna Dumilah karena Senopati datang ke Madiun bukan untuk menaklukkan melainkan untuk mempersatukan darah Mataram dan darah Demak agar dapat menjadi kerajaan yang kokoh. Retna Dumilah sebagai seorang wanita terhormat tidak mau menyerah kepada bujuk rayu Senopati, dan perlu membuktikan bahwa Senopati unggul dalam peperangan. Setelah terbukti kesaktian Senopati, akhirnya Retna Dumilah menyerah dan mau melaksanakan perkawinannya dengan Panembahan Senopati.