Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Saparan Kalibuko
Sejarah: Upacara ini dilaksanakan oleh warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap, Kulon Progo ini dilatarbelakangi adanya suatu legenda yang berhubungan dengan Sunan Kalijaga, sebagai berikut: Konon di Desa Kalirejo terdapat sebuah tempat yang dipercaya sebagai tempat bermusyawarah para wali dalam menentukan seorang raja di tanah Jawa. Sebelum menentukan putusannya, didahului dengan puasa beberapa hari. Pada saat akhir puasanya, maka mereka berbuka puasa dengan daging wedhus kendhit (kambing yang tengahnya berbulu putih menyerupai sabuk) dimasak sate. Setelah Sunan Kalijaga selesai makan, tusuk sate itu dilemparkan, lalu tumbuh menjadi serumpun bambu yang kemudian dikenal sebagai pring gedhe. Setelah itu beliau berpesan agar pohon tersebut tetap dipelihara, dan jangan digunakan untuk peralatan atau perlengkapan bangunan. Setiap tahun pada bulan Sapar penduduk Desa Kalirejo mengadakan upacara untuk memperingati tradisi yang dilaksanakan turun temurun dan untuk memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Deskripsi : Upacara dilakukan dengan tahlilan yang bertujuan memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala kesalahan dan memohon keselamatan. Sesaji yang harus disediakan yaitu kupat lepet, nasi golong, lauk pauk, pisang raja, nasi uduk (nasi rasul), wedhus kendhit, dan kesenian slawatan. Acara dimulai dengan berkumpul di balai desa lalu menuju tempat upacara dengan arak-arakan. Arak-arakan ini dimaksudkan sebagai tolak balak.