Kesenian Tradisional Angguk - Kokap, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaKesenian Tradisional Angguk - Kokap, Kab. Kulon Progo, DI Yogyakarta
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Tari
Kondisi Saat IniSedang Berkembang
Status BudayaPenetapan
Pelaku KomunitasDrs. Sigit Wisnutomo, M. Sc.
Pencatat Karya BudayaDra. Titi Mumfangati
Narasumber-
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. KULON PROGO
Penginput Data-
Sejarah: Tari Angguk masuk dalam golongan tarian rakyat tradisional bernafaskan Islam. Di Dusun Tlogolelo sudah ada sejak tahun 1954 yang diprakarsai Bapak Amat Karjan. Fungsi Tari Angguk merupakan tontonan sekuler, dakwah Islam dan untuk memeriahkan hajatan warga seperti sunatan, pernikahan, nadar, peringatan hari bear seperti hari besar nasional dan sebagainya. Karena itu Tari Angguk dapat berkembang dab diterima masyarakat. Tahun 1991 muncul grup Angguk putri yang lebih berkembang dan dikenal masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Deskripsi : Pertunjukan Tari Angguk termasuk tarian rakyat tradisional, tari berkelompok dengan jumlah penari 16 orang. Formasi penari membentuk lingkaran, lurus atau selang seling. Tokoh yang diperankan adalah Umarmoyo, Dewi Kuning-kuning, Sekar Mawar, Air Gunung, Trisnowati dan Awang-awang, sedang penari lain berperan sebagai penggiring. Kostum yang dipakai Angguk menggunakan warna dominan hitam, merah dan kuning yaitu celana pendek hitam, baju mirip baju prajurit Belanda dihiasi gombyok benang emas, hiasan di bahu, kalung kace, slempang, rampek, sampur cindhe, topi pet hitam dengan hiasan kamus timang, kacamata hitam. Musik iring-iringan terdiri dari satu kendhang, satu jedor, tiga terbang, satu kecer dan ada pembaca syair. Tari Angguk diselingi dialog dengan tembang dan parikan. Lama pertunjukan sekitar tujuh jam.