Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Dolanan Lowok |
Sejarah:
Dolanan/permainan Lowok adalah sebuah permainan tradisional yang pernah hidup di masyarakat Jawa dan dialami oleh anak-anak di era sebelum tahun 1980-an. Bagi anak-anak yang lahir di desa, pada tahun sebelum 1980-an pasti tidak asing dengan permainan ini. Permainan ini juga sering disebut paermainan wok, lowokan, wokan, atau legokan. Beberapa isatilah tersebut mengacu pada pengertian lubang, dan memang pada permainan ini menggunakan lubang/cekungan kecil-kecil di tanah, hampir mirip dalam olah raga golf. Istilah lowok juga mengandung pengertian kosong atau belum terisi (Poerwodarminta, 1939:283). Dalam kamus itu tidak disinggung mengenai permainan tradisional. Kemungkinan, masyarakat menyebut permainan lowok atas kesepakatan saja. Permainan ini biasa dilakukan oleh anak perempuan karena sifatnya yang tidak banyak membuuhkan kekuatan fisik, bahkan melatih ketenangan, dan ketrampilan.
Deskripsi:
Peralatan yang digunakan :
1. Sebuah lubang di tanah sedalam 5 cm, diameter 5-10 cm.
2. Garis melintang dengan jarak dari lubang +/- 2-3 meter (garis x), di belakangnya dibuat garis melintang lagi jarak 1-2 meter, (garis y).
3. Pecahan genting (kreweng) sebagai gacuk.
4. Buah jirak atau miri (pada perkembangan selanjutnya menggunakan karet gelang) sebagai alat taruhan; dikumpulkan jadi satu.
Cara bermain yaitu dengan melempar gacuk dari garis y melintang yang sudah dibuat, kaki tidak boleh menginjak garis harus dibelakangnya. Jika ada gacuk yang berjarak sama dari lubang harus diulang, taruhan berapa jumlahnya disepakati lebih dahulu, dan gacuk yan paling dekat dengan lubang adalah pemenangnya yang berhak pertama kali melempar karet gelang ke arah lubang, kemudian urutan selanjutnya. Cara melempar karet gelang dengan berdiri di belakang garis x. Karet yang masuk ke lubang menjadi miliknya, sedang sisanya diserahkan ke pemain berikutnya untuk dilempar demikian seterusnya.