Telaga Rajeng

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTelaga Rajeng
Karya BudayaPengetahuan dan Kebiasaan Perilaku
Karya Budaya SubPengetahuan Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olah Raga
Pencatat Karya BudayaDrs. Salamun
Narasumber-
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. BREBES
Penginput Data-
Telaga Ranjeng: Tempat Lele Keramat Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah namun perhatian pemerintah kabupaten setempat sangat kurang sehingga objek wisata ini tidak banyak mengalami perkembangan. Telaga Ranjeng, berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan. Di Kecamatan Paguyangan, ada tiga objek wisata yang bagus, yakni agrowisata di Desa Pandansari dengan Telaga Ranjeng, pemandian air panas di Cipanas, Desa Kedungoleng, dan Waduk Penjalin di Patuguran, Desa Winduaji. Juga ada satu objek wisata baru yang belum dikenal tapi potensinya sangat bagus, yakni air terjun Wadasplasa. Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa. Daya tarik dari Telaga Ranjeng adalah udara pegunungan yang sejuk, hutan lindung, cagar alam, serta terdapat beribu-ribu ikan lele yang jinak dan dianggap keramat, yang dianggap sebagai penghuni telaga. Konon ikan lele penunggu Telaga Ranjeng yang memiliki kedalaman tiga meter, hanya bisa diajak bermain -main dan tidak diperkenan kan diambil meski hanya satu ekor. Penunggu telaga menceritakan pernah ada seorang wisatawan yang mencoba mengambilnya namun sampai di rumah orang tersebut kemudian sakit-sakitan baru sembuh setelah mengembalikan ikan lele ke Telaga Ranjeng. Benar atau tidaknya cerita tersebut, yang jelas Telaga Ranjeng merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tersendiri namun sayang pemerintah setempat terkesan kurang memperhatikan tempat tersebut.