Legenda Sumber Baru Klinting - Badas, Kediri Jawa Timur

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaLegenda Sumber Baru Klinting - Badas, Kediri Jawa Timur
Karya BudayaTradisi dan Ekspresi Lisan
Karya Budaya SubCerita Rakyat
Kondisi Saat IniSudah Berkurang
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDinas Pariwisata,Seni dan Budaya Kota Kediri
Pencatat Karya BudayaDra. Emiliana Sadilah
NarasumberDinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Kediri
ProvinsiJawa Timur
Kabupaten/KotaKAB. KEDIRI
Penginput Data-
Sejarah singkat: Sejarah Sumber Baru Klinting diambil dari cerita Aji Saka , Prabu Dewata Cengkar , Dara dan Sembada, wanita cantik penumbuk padi, si ayam jago , telor putih besar lonjong. Telor putih besar lonjong ini oleh wanita cantik penumbuk padi dimasukkan kedalam genthong tempat menyimpan beras.Tujuh hari kemudian, saat sang putri ini mengambil beras untuk ditanak ternyata ada seekor ular sowo kembag yang berbau wangi. Ular itu kemudian dirawat dengan baik bahkan tidur bersama dalam tempat tidur. Suatu hari ular sowo kembang jalan-jalan keluar dan sampai suatu tempat (dekat lesung) dia bermain-main dan bisa berbicara layaknya manusia. Ular Sowo tanya pada sang putri tentang ayahnya. Dijawab kalau ayahnya bernama Aji saka. Akhir cerita ular Sowo ketemu ayahnya,lalu diberi nama Naga Baru Klinting.Lidahnya dipotong karena tidak bisa melingkari gunung.Daging ular dimakan timbul petaka → Sumber Baru Klinting. Deskripsi: • Sumber Baru klinting adalah sebuah sumber mata air yang terdapat di dusun Bunut • Menurut legenda, Sumber Baru Klinting adalah sebuah nama yang diberikan oleh si nenek tua. • Nenek tua ini adalah seorang janda tua yang pernah memberi makan lengkap dengan lauk-pauk kepada bocah bajang, sewaktu ada upacara bersih dusun di Balai dusun. • Sumber mata air Baru Klinting ini terjadi setelah bocah bajang mencabut lidi yang digunakan sayembara pada waktu akan mulai pesta bersih dusun tersebut. • Sumber air itu semakin besar tatkala semakin banyak orang yang mengeroyok bocah bajang. • Terjadi banjir bandang dan banyak manusia tenggelam,dan hanya nenek tua saja yang masih hidup karena ia mengguakan lesung dan enthong sebagai alat dayung. • Itu semua atas pesan bocah bajang yang saatbanjir itu pula dia menghilang.