Upacara Tradisional: Dewi Kasuburan pada Masyarakat Agraria - Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Tradisional: Dewi Kasuburan pada Masyarakat Agraria - Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniTerancam Punah
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasKomunitas Petani Tradisional di Jawa
Pencatat Karya BudayaDra. Sumintarsih, M.Hum.
NarasumberKomunitas Petani Tradisional di Jawa
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. KULON PROGO
Penginput Data-
Sejarah: Dalam masyarakat agraria(terutama di Jawa), tradisi penghormatan terhadap kehadiran Dewi Sri masih berlangsung sampai sekarang.Simbolisme penghormatan terhadap Dewi Sri tampak dalam situs-situs perkawinan, tata ruang rumah Jawa, dan situs-situs pertanian .Figur Dewi Sri menjadi symbol dan kerangka berfikir bagi Orang Jawa khususnya petani Jawa. Dalam stuktur berfikir mereka percaya bahwa asal-usul benih kehidupan berasal dari dunia atas(dewa) yang di berikan kepada dunia bawah(manusia).Supaya benih kehidupantetap terjaga keberlangsungannya maka harus di jaga hubungan dunia atas dan dunia bawah melalui situs-situs. Deskripsi: Tindakan Religius orang Jawa di pengaruhi oleh agama Hindhu. Penghormatan dan pemujaan terhadap dewa-dewa Hindhu menimbulkan asimilasi paham dengan paham Hindhu.Deswi Sri diyakini petani sebagai dewi yang memelihara tanaman.Dewi Sri kemudian muncul tradisi-tradisi yang berkaitan dengan pemujaan atau penghormatan terhadap Dewi Sri. Dewi kesuburan,dewi penjaga sawah, atau dewi padi di kenal melalui upacara-upacara pertanian yang masih di laksanakan di beberapa daerah diJawa. Sampai sekarang masih terdapat proses tahap-tahap penanaman padi yang belum kehilangan sifat reksinasinya dan masih di rayakan dengan upacara atau slametan. Ritual terkait dengan siklus pertanian misal upacara sungkeb-tandur, methik, sedhekah tani. Pengejawatakan yang berkaitan dengan figure Sri juga terdapat dalam acara medadareni, dalam mitoni, hadir dalam kembang padi, dalam persinggahannya yang di sebut jenthong tengah atau pedaringan, pasren.