Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Tidur di Pasir/Teddung e Beddhih - Sumenep, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Permainan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Masyarakat Desa Legung Timur |
| Pencatat Karya Budaya | Suyami, M.Hum. |
| Narasumber | Sumber lisan dari Bapak juanda, Petinggi Desa Legung timur, Batang-Batang, Sumenep. |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. SUMENEP |
| Penginput Data | - |
Sejarah: Tradisi tidur di pasir sudah ada sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat pendukungnya. (kesaksian narasumber pelaku)
Deskripsi: Tradisi tidur di pasir (Teddung e Beddih) merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat beberapa dusun di Desa Legung Timur, Kec. Batang-Batang, Kab. Sumenep, Yaitu di Dusun Pesisir Barat, Pesisir Timur, Sambarat, dan Lengung. Masyarakat dalam tradisi tidur sehari-hari dikakukan di kasur pasir (hamparan pasir) beralas dan berselimutkan pasir. Tradisi tersebut dilakukan bukan karena mereka tidaka mampu membeli perlengkapan tidur (Ranjang dan selimut), melainkan menurut pengakuan mereka tidur dipasir sangat nikmat dan yaman, serta bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bagi masyarakat pendukungnya tradisi ini selalu diwariskan secara turun-menurun.