Tenun Pemalang

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTenun Pemalang
Karya BudayaKemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya SubKerajinan Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kab. Pemalang
Pencatat Karya BudayaDrs. Agustinus Darto Harnoko
NarasumberDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pemalang
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. PEMALANG
Penginput Data-
Industri kecil kerajinan Tenun ATBM banyak terdapat di Desa Wanarejan, Desa Beji Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Produksi yang dihasilkan berupa sarung kembang/goyor sarung palekat kain lurik khas Pemalang. Produksi sarung goyor tersebut sudah banyak dikenal dan pemasarannya sampai dengan ke Afrika Timur, Tengah melalui eksportir luar daerah atau pihak ketiga. Pengrajin tenun tradisional di Desa Padek, Kecamatan Ulujami, terus mengalami penurunan produksi dari tahun ke tahun. Hal ini sebenarnya sudah berlangsung lama, dan bahkan menjadikan sebagian pengrajin gulung tikar. Mahalnya harga bahan baku dan susahnya penjualan hasil produksi merupakan satu-satunya alasan kenapa pengrajin tenun tradisional kini terus berkurang. Padahal pada tahun 1990-an hampir semua warga Desa Padek berprofesi sebagai pengrajin tenun. Demikian disampaikan Faturrahman, Kadus 2 Desa Padek. Menurutnya hasil produksi tenun tradisional Padek sejatinya berkualitas bagus. Namun karena kesusahan dalam hal penjualan membuat sebagian pengrajin tidak bisa berkembang lebih besar. “Mereka beli sendiri bahan-bahannya, namun begitu sudah jadi mereka kesusahan menjualnya. Jadi sebagian pengrajin bukan hanya menjadi buruh menenun saja”, ujarnya. Sementara ini, lanjut Faturrahman, hasil tenunan pengrajin selalu dikirim ke Pekalongan dengan harga yang tidak terlalu menguntungkan pengrajin. Salah satu pengrajin, Naim (50), kepada Radar menuturkan, harga-harga dasar tenun tradisional harganya naik meski tidak terlalu besar. Benang putih misalnya, kalau dulu harga satu paknya berkisar antara 80 hingga 90 ribu, kini telah mencapai 120 ribu.