Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Topeng di Dusun Giyanti - Kertek, Kab. Wonosobo, Jawa Tengah
Sejarah : Masyarakat Dusun Giyanti bermata pencaharian beragam, namun pada umumnya mereka tergabung dalam perkumpulan kesenian, ada yang sebagai penari, penabuh gamelan, sinden. Salah seorang warga Giyanti yang bernama Paulus Miki Kuat berprofesi sebagai pengrajin topeng serta melakukan pula membuat kuda lumping (kepang). Pekerjaan membuat topeng dilakukan sejak tahun 1985, mula-mula ia membuat topeng hanya dilakukan secara iseng. Namun karena ia punya jiwa seni pekerjaan iseng tersebut lalu dikembangkan yang akhirnya menjadi pengrajin topeng. Pembuatan topeng ini sebagai souvenir dan ada juga untuk keperluan menari. Deskripsi : Kuat membuat jaran kepang dari bahan bambu sedang untuk membuat topeng menggunakan bahan kayu pule, alkasia atau dapat juga dari kayu sengon. Ada tiga kriteria pembuatan topeng yaitu untuk souvenir, hiasan dinding dan untuk menari. Topeng untuk souvenir berukuran mungil biasanya seorang pemesan membutuhkan topeng souvenir dalam jumlah banyak. Model topeng untuk souvenir unik dan lucu, dioles dengan cat warna-warni sehingga menjadi menarik. Membuat topeng souvenir dalam satu hari dapat menyelesaikan 25 biji, hal ini dapat dilakukan dengan cepat sebab tidak perlu menggambarkan karakter. Harga jual topeng souvenir Rp 3.500,-/buah. Topeng biasa yang digunakan untuk hiasan, membuatnya juga tidak begitu rumit, harga jual antara Rp 50.000 - Rp 75.000,-. Paling sulit adalah membuat topeng untuk menari, sebab pekerjaan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Biasanya pemesan minta agar topeng yang dibuat memiliki wibawa atau nilai magis. Untuk memenuhi pesanan tersebut Kuat harus menjalankan laku lebih dahulu, paling tidak berpuasa minimal satu hari. Kuat mengawali membuat topeng memilih hari Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Namun Kuat mengatakan bahwa topeng yang dibuat dengan tindakan laku belum pasti menjadi topeng keramat. Ia hanya berusaha mengenai hasilnya keramat atau tidak tergantung pemiliknya. Apakah topeng tersebut diruwat atau tidak. Topeng untuk menari yang dibuat dengan laku khusus yaitu dengan cara puasa dipatok dengan harga Rp 150.000,-. Saat ini pemasaran topeng buatan Kuat tidak menemui masalah. Pesanan selain dari Wonosobo ada pula dari Yogyakarta, Semarang, Sala, Surabaya, Purwokerto dan Jakarta. Kuat pernah menjuarai Lomba Cipta Kerajinan pada tahun 1994. Cara penggarapan topeng, mula-mula kayu ukuran 20 cm dibelah lalu dibentuk bagian depan (muka), bagian belakang dihilangkan. Sesudah itu dijemur hingga kering. Selanjutnya diampelas sampai dua kali agar halus. Sesudah itu diberi cat dasar warna putih, pengecatan terakhir sesuai dengan warna yang diinginkan.