Ludruk Boneka

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaLudruk Boneka
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Teater
Kondisi Saat IniTerancam Punah
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasKepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya
Pencatat Karya BudayaDra. Isni Herawati
NarasumberBpk Sugeng ,S.Sn
ProvinsiJawa Timur
Kabupaten/KotaKAB. BONDOWOSO
Penginput Data-
Sejarah: Pada tahun 1920-an yang namanya Ludruk sangat digandrungi oleh masyarakat Bondowoso . Tema-tema yang diangkat sangat kental dengan keseharian masyarakat. Tapi kesenian ini dituduh sepihak oleh Jepang dan dianggap menggerogoti eksistensi kekuasan Jepang yang akhirnya dibekukan . Pada waktu itu Ardji tidak mau kehilangan kesenian ini , lalu tokoh-tokoh ludruk dibuat boneka dan disimpan . Setelah Jepang hengkang dari Indonesia , maka seni ludruk kembali dipertunjukan . Pada awalnya tokoh boneka dari kayu itu hanya sebagai selingan untuk mengisi waktu dalam pertunjukan ludruk . Peran yang dimainkan tokoh boneka masih terbatas misal sebagai pemain silat . Saat dimainkan dalam pertarungan silat , kemudian menimbulkan bunyi tak-tak sehingga kemudian dikenal orang setempat sebagai boneka kattak . Deskripsi: Di dalam ludruk boneka kattak, karakter yang muncul pada diri tokoh –tokoh adalah karakter Madura karena kebanyakan penduduk Bondowoso adalah berasal dari Madura . Dalam perkembangan selanjutnya tokoh-tokoh boneka adalah menggeser peran pemain ludruk sesungguhnya . Akhirnya peran –peran tokoh semua diwakili oleh boneka dan untuk sekarang bonekanya lebih besar . Tema yang diangkat biasanya menyangkut cerita keseharian masyarakat yaitu bebas dan tidak terikat pakem tertentu . Jadi tergantung dari permintaan pengundang . Tema yang sering diangkat yaitu Sakerah , sang pendekar dari Madura atau cerita Timun Mas . Kesenian ini sering ditampilkan dalam acara hajatan pernikahan dan sunatan .