Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Batik Tulis Srikandi |
Sejarah : Batik merupakan karya seni budaya bangsa Indonesia yang dikagumi dunia. Hal ini disebabkan nilai yang ada pada batik tidak hanya terhenti pada penampilannya saja, tetapi juga memiliki keindahan rohani yang hadir melalui ragam hias dengan makna filosofi yang mendalam. Pada mulanya batik hanya berkembang di seputar keraton, tetapi seiring dengan perkembangan zaman maka batik berkembang menyebar sampai ke dalam pesisir dan banyak mendapat pengaruh dari luar.
Fungsi batik pun berkembang tidak hanya untuk busana tetapi juga untuk hiasan maupun taplak meja. Batik tulis khas Pacitan tergolong jenis klasik seperti motif Sidomulyo, Sidoluhur, Sekar Jagad, Parang-parang, Udan Riris, Parikesit dan sebagainya.
Ny. Rumini menjadi pengrajin batik sudah sejak kecil. Mulai dari eyangnya yaitu Padmokariyo kemudian menurun kepada ibunya yaitu Sutasmi. Hasil kerajinan Batik Tulis "Srikandi" pemasarannya ke Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Malang, Madiun, Jakarta, Cirebon, Bali bahkan sampai ke Malaysia.
Deskripsi : Proses pembuatan batik sejak pengolahan mori menjadi kain batik dapat dibedakan menjadi dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap membatik.
Tahap persiapan yaitu pekerjaan persiapan sejak mempersiapkan mori sampai kain itu siap dibatik. Pekerjaan ini meliputi nggirah atau ngetel, nganji dan ngemplong atau kalander. Adapun yang dinamakan nggirah adalah mencuci kain dari lapisan kanji yeng berlebihan karena biasanya mori yang diperdagangkan terdapat banyak kanji yang menghalangi proses penyerapan warna. Nganji yaitu melapisi kain dengan kanji atau pati tepung tapioka. Sedangkan ngmplong yaitu istilah yang dipakai untuk menyebut pekerjaan meratakan kain yang dikanji.
Tahap membatik yaitu pekerjaan yang meliputi:
a. Menulis atau mencap dengan lilin bati. Sebelum dibatik kain terlebih dahulu dipola, jika akan dibuat batik tulis. Untuk teknik cap mori dapat langsung dikerjakan.
b. Memberi warna pada kain. Kain yang sudah diberi lilin dengan motif-motif seperti yang dikehendaki kemudian dicelup ke dalam larutan zat warna. Zat warna ini akan mengisi bagian kain yang tidak dilapisi lilin.
c. Menghilangkan lilin dari kain Pada bagian-bagian tertentu lilin ihilangkan dengan menggunakan alat kerok semacam pisau. Proses ini disebut ngerok. Proses menghilangkan lilin dari seluruh permukaan kain untuk mendapatkan hasil akhir batikan disebut mbabar, ngebyok atau nglorot. Adapun caranya kain dimasukkan ke dalam air panas yang telah dicampur dengan bahan tertentu untuk membantu agar lilin mudah lepas dari kain.
Adapun jenis-jenis batik yang dihasilkan antara lain kain panjang, sarung, baju, selendang, ikat kepala, taplak meja dan lain-lain.