Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Curmelo (manisan kulit jeruk) |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Suratman Ketua Asosiasi Pamelo Magetan |
| Pencatat Karya Budaya | Siti Munawaroh |
| Narasumber | Wawancara Kasi Jarahnitra Kabu. magetan |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. MAGETAN |
| Penginput Data | - |
Manisan kulit jeruk pamelo atau yang lebih dikenal dengan istilah Curmelo atau buah curma dari buah jeruk pamelo, perajinnya adalah dari asli masyarakat Kabupaten Magetan. Aktivitas atau kegiatan masyarakat membuat curmelo yang bahan bakunya dari buah kulit jeruk ini mulai dikembangkan pada tahun 2000, tepatnya di 4 kecamatan, yaitu kecamatan Bendo, Takeran, Sukomoro, dan Kecamatan Kawedanan yang merupakan sentra jeruk pamelo khas Kebupaten Magetan.
Perajin curmelo adalah memanfaatkan jeruk-jeruk yang afkir atau tidak layak jual, karena cacat. Mereka dalam hal ini perajin dalam membuat manisan curmelo diperolehnya dari mengikuti pembinaan, pendidikan maupun latihan yang dilaksanakan pemerintah setempat bekerjasama dengan instansi Dinas Pertanian dan asosiasi yang berada di Kabupaten Magetan.
Pembuat manisan kulit jeruk pamelo (curmelo) di Magetan saat ini ada kurang lebih 40 perajin yang tersebar di Kecamatan Bendo, Takuan, Sukomoro, dan Kawedanan. Kelompok tani curmelo semua wanita dengan setiap kelompok masing-masing 10 orang, dan telah menghasilkan 25 kg manisan kulit jeruk pamelo (curmelo) setiap minggu setiap kelompoknya.