Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Gamelan - Karangrejo, Kab. Magetan, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Moda Transportasi Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan (Disparpora) |
| Pencatat Karya Budaya | Siti Munawaroh |
| Narasumber | Wawancara Kasi Jarahnitra Kabupaten Magetan 22/6/2010 |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. MAGETAN |
| Penginput Data | - |
Sejarah :  Industri gamelan yang berada di Dusun Kidal, Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan sudah ada kurang lebih tahun 1830 setelah perang Diponegoro. Di Desa Kauman ini adalah salah satu basis pasukan Diponegoro, mereka selain bersembunyi di daerah tersebut juga berkreasi melalui kesenian gamelan. Akhirnya Desa Kauman ini terkenal dengan musik gamelan dan selanjutnya masyarakat pun mampu dan bisa memproduksi atau membuat sendiri musik gamelan ini. Gamelan yang berada di Desa Kauman ini terbuat dari bahan perunggu, kuningan, dan besi.
      Perajin gamelan yang berada di Dusun Kidal Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Magetan adalah perajin turun-menurun seperti yang dilakukan oleh Bapak Paryoto (54 tahun), dan pekerjaan ini menjadi sandaran hidup keluarga mereka. Selain sebagai perajin, ia senang akan seni tradisi, khususnya kerawitan dan juga sebagai dalang wayang kulit. Saat sekarang industri gamelan Bapak Paryoto memiliki tenaga kerja cukup banyak yaitu 60 orang dengan bahan baku kuningan, perunggu, dan besi. Dan uniknya proses pembuatan gamelan ini sampai sekarang masih bersifat tradisional atau manual, mulai dari mebakar, menempa, membentuk sampai nglaras nada. Dan hal tersebut yang menjadi ciri khas gamelan hasil produksi dari Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan.
      Pada tahun 1980-an industri gamelan ini berkembang pesat, karena pesanan dari instansi pemerintah baik daerah maupun pusat untuk melestarikan kesenian. Bahkan pemasarannya sampai mampu menembus pasaran Eropa dengan harga seperangkat satu set gamelan antara 125-150 juta. Hampir sekitar 15 kelompok pembuat gamelan di Desa Kauman ini, dan masyarakat sangat menggantungkan sekali terhadap industri gamelan, hingga hampir semua masyarakat menjadi perajin. Namun akhir-akhir ini sepi pesanan, bahkan sulit didapat, pemasaran pun tak menentu. Meski demikiam masyarakat Desa Kauman tidak menyesal, bahkan tetap berkarya untuk melestarikan kerajinan gamelan ini. Dalam hal ini pemerintah melalui Dinas Pariwisata mempunyai strategi untuk mengembalikan industri gamelan bangkit kembali yaitu melalui pembinaan dan promo-promo.
Deskripsi : Industri gamelan yang berada di Dusun Kidal, Desa Kauman, Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan ada kurang lebih tahun 1830, setelah perang Diponegoro. Di desa ini adalah salah satu basis pasukan Diponegoro, mereka selain bersembunyi juga berkreasi melalui kesenian gamelan, sehingga kawasan Kauman ini terkenal dengan musik gamelan dan akhirnya masyarakat mampu memproduksi.
Gamelan yang dibuat di Kauman ini terbuat dari bahan perunggu, kuningan dan besi. Dan uniknya proses pembuatannya sangat tradisional (manual) mulai dari membakar, menempa, membuat sampai nglaras nada. Dan itulah yang menjadi ciri khas musik gamelan produksi Kidal kauman, Karangrejo Magetan.