Upacara Nyadran Kali - Pakis, Kab. Magelang, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Nyadran Kali - Pakis, Kab. Magelang, Jawa Tengah
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDibyo Susatya, Y.A., S.Pd.
Pencatat Karya BudayaErnawati Purwaningsih , S.Si., M.Sc.
Narasumber-Dinas Parbud Kabupaten Magelang, Patrawidya vol. 8 no. 3 September 2007
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. MAGELANG
Penginput Data-
Upacara Nyadran Kali merupakan suatu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan ditemukannya sumber mata air yang digunakan oleh masyarakat Dusun Warangan. Pada mulanya masyarakat Dusun Warangan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Di dusun ini, dahulu ada mata air yang dapat digunakan untuk keperluan masyarakat. Tetapi, setelah di bangun masjid di dekat lokasi mata air oleh pemilik tanah, maka warga Warangan harus mencari sumber air lainnya. Warga Dusun Warangan dapat menemukan sumber mata air di lahan Bapak Citro. Menurut “orang pintar” sumber air di lahan Bapak Citro ada penjaganya yang bernama Kanjeng Sunan Aji. Bila warga desa akan menggunakan air, harus bersedia memenuhi syarat, antara lain mengadakan selamatan setiap bulan Sapar, yang lebih dikenal sebagai Upacara Nyadran Kali Upacara Nyadran Kali diadakan oleh masyarakat Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang. Upacara Nyadran Kali bertujuan mengungkap rasa syukur dan kegembiraan karena telah diberi kemurahan dan karunia oleh Tuhan, berupa pemenuhan/ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Sumber mata air terdapat di tengah hutan puyam (disebut sebagai mata air Puyam) yang berada di Dusun Jamusan, Desa Gumelem. Upacara ini dilaksanakan setiap hari Minggu Kliwon atau Kamis Kliwon pada bulan Sapar.