Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Sedekah Sendang Suruh - Borobudur, Magelang Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Adat Istidat Masyarakat |
| Karya Budaya Sub | Upacara Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Dibyo Susatya, Y.A., S.Pd. |
| Pencatat Karya Budaya | Ernawati Purwaningsih , S.Si., M.Sc. |
| Narasumber | Dinas Parbud Kabupaten Magelang |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. MAGELANG |
| Penginput Data | - |
Ritual Sedekah Sendang Suruh bertujuan untuk melestarikan tradisi yang sudah ada dan melestarikan petilasan Pangeran Diponegoro. Kawasan pegunungan mMenoreh banyak petilasan dan bangunan peninggalan yang berkaitan dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro.
Ritual Sedekah Sendang dilakukan setiap hari Jumat Legi pada bulan Sura. Mereka membersihkan sendang yang katanya airnya tidak pernah kering, meski kemarau panjang. Sendang Suruh berukuran 2x3 meter. Sendang terletak di bawah hutan kecil yang cukup lebat, dan di dekat sendang ada pohon besar dan berumur tua (ratusan tahun) yang disebut “wit kecikâ€. Di bawah pohon ini sebagai tempat bersemadi. Ritual Sedekah Sendang Suruh dimulai di halaman terminal dekat balai desa dengan semua ubarampe sesaji, yang di kirab menuju Sendang Suruh lebih kurang 3 km. ritual tersebut puncaknya terjadi di Sendang Suruh.