Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | MULE METRI - Wonodadi, Kab. Blitar, Jawa Timur |
Mule Metri merupakan upacara yang bertujuan untuk memuliakan arwah para leluhur agar tidak mengganggu. Upacara ini diselenggarakan oleh masyarakat yang masih memegang teguh tradisi Jawa. Mule metri berasal dari kata mule yang berarti memuliakan arwah para leluhur dan metri yang berarti memagari. Sehingga mule metri merupakan rangkaian selamatan yang dilaksanakan untuk memohon keselamatan atas berlangsungnya suatu hajatan.
Upacara ini dilaksanakan oleh masyarakat Blitar sebelum memulai suatu hajatan dengan tujuan untuk memohon keselamatan agar hajatan dapat berlangsung dengan lancar dan aman. Upacara ini dilaksnakan sehari atau dua hari sebelum pelaksanaan hajatan. Adapun kelengkapan dari sesaji yang digunakan antara lain buceng brok, buceng kuat, sega golong, jenang sengkala yang terdiri dari jenang putih/sepuh, kembang setaman dan ketan kolak apem. Para peserta upacara mengenaakan busana Jawa dan jalannya upacara diiringi dengan gamelan Jawa. Busana Jawa yang dikenakan meliputi blangkon, ikat kepala, beskap, kain panjang, sabuk cindhe, epek timang dan keris, sedangkan bagi perempuan mengenakan sanggul, kebaya dan kain panjang.
Tujuan dari pelaksanaan upacara adat mule metri adalah 1) sebagai permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, rasulNya dan kekuatan-kekuatan adikodrati lain yang dipercaya dapat membantu warga yang akan melaksanakan hajatan; 2) sebagai sarana berkumpul dan bermusyawarah untuk menyelesaikan segala urusan yang terkait dengan hajatan yang akan dilaksanakan.