Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Nguras Sendhang Jamur Dipo - Karangrayung, Kab. Grobogan, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Cerita Rakyat |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Moh. Lugowo |
| Pencatat Karya Budaya | Endah Susilantini |
| Narasumber | Internet, Buku |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. GROBOGAN |
| Penginput Data | - |
Tradisi Ritual Nguras Sendhang adalah bentuk upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Mangin di Lokasi Sendhang Jamur Dipo Tradisi tersebut dilaksanakan setahun sekali. Pelaksanaan upcara itu dilakukan pada musim kemarau panjang, sedangkan bulan dan hari pelaksanaan upacara ditentukan oleh Kepala Dusun atas persetujuan Juru Kunci. Adapun bulan dan hari tersebut didasarkan pada perhitungan Jawa. Biasanya waktu pelaksanaan upacara ini jatuh pada pertengahan tahun jawa yang sekaligus bertepatan musim kemarau. Pada musim inilah masyarakat sedang kesulitan mencari air untuk keperluansehari-hari, karena banyak sumber mata air yang kering, sehingga masyarakat desa Mangin kekurangan air. Oleh karena itu lalu diadakan upacara Nguras Sendhang dengan tujuan untuk meminta hujan dan keselamatan bagi semua warga masyarakat Desa Mangin. Masyarakat percaya dengan diselenggarakannya upacara tersebut maka akan segera turun hujan. Dengan demikian masyarakat akan terhindar dari segala macam mara bahaya. Tradisi Nguras Sendhang muncul berkaitan dengan kepercayaan masyarakat yang menganggap bahwa Sendhang Jamur Dipo adalah sumber air yang sakral.
Tradisi ritual Nguras Sendhang adalah bentuk upacara ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Mangin di lokasi Sendhang Jamur Dipo. Tradisi tersebut dilaksanakan masyarakat setahun sekali. Pelaksanaan upacara itu dilakukan pada musim kemarau panjang, sedangkan bulan dan hari pelaksanaan upacara ditentukan oleh Kepala Dusun atas persetujuan Juru Kunci. Adapun bulan dan hari tersebut didasarkan perhitungan Jawa. Biasanya waktu pelaksanaan upacara ini jatuh pada pertengahan tahun Jawa yang sekaligus bertepatan musim kemarau. Pada musim inilah masyarakat sedang kesulitan mencari air untuk keperluan sehari-hari, karena banyak sumber mata air yang kering, sehingga masyarakat desa Mangin kekurangan air. Oleh karena itu lalu diadakan upacara Nguras Sendhang dengan tujuan untuk meminta hujan dan keselamatan bagi semua warga masyarakat Desa Mangin. Masyarakat percaya dengan diselenggarakannya upacara tersebut maka akan segera turun hujan. Dengan demikian masyarakat akan terhindarn dari segala macam mara bahaya. Tradisi Nguras Sendhang muncul berkaitan dengan kepercayaan masyarakat yang menganggap bahwa Sendhang Jamur Dipo adalah sumber air yang sakral.