Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Seni Bantengan Kediri |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Tari |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Penetapan |
| Pelaku Komunitas | Dinas Pariwisata dan Seni Budaya |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Emiliana Sadilah |
| Narasumber | Dinas Pariwisata dan Seni Budaya |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. KEDIRI |
| Penginput Data | - |
Sejarah:
Seni Bantengan ini hampir sama dengan seni jaranan yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang semakin berkembang di Kabupaten Kediri. Bagi masyarakat Desa Karang Dinoyo, seni bantengan ini merupakan bentuk kesenian yang menggunakan bentuk kepala banteng. Menurut masyarakat setempat, kepala banteng melambangkan suatu kekuatan luar biasa, yang membuat masyarakat bertahan kuat menghadapi berbagai masalah. Hingga kini seni bantengan ini masih ada dan dilestarikan sebagai salah satu kesenian rakyat khususnya bagi orang di Desa Karang Dinoyo.
Deskripsi:
Seni Bantengan adalah seperti jaranan tetapi dalam menampilkan aksinya menggunakan kepala banteng dan kain hitam putih. Bantengan ini dimainkan oleh 2 (dua) orang dengan posisi 1 (satu) di depan dan yang 1 (satu) di belakang. Kepala bantengnya diletakkan di depan diberi tali, seakan terlihat diikat. Dalam atraksinya, tali tadi ditarik oleh dua orang dengan posisi satu orang di samping kiri dan satu orang lainnya di samping kanan. Diiringi gamelan Jawa dan pemainnya menggunakan kostum warna menyolok (merah, hitam) dan memakai ikat kepala.