Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaDAMAR KURUNG - Gresik, Jawa Timur
Seni gambar Damar Kurung dari Gresik ini salah satunya kesenian peninggalan nenek moyang, yang masuk dalam kesenian tradisional leluhur bangsa Indonesia yang harus terus kita lestarikan. Damar Kurung ini dulu pernah sampai hampir punah karena banyak para generasi penerus warga Gresik yang sudah tidak mengenal apa itu Damar Kurung. Damar Kurung adalah salah satu lambang kebanggaan Kota Gresik, dan sekarang biasa digunakan untuk souvenir ataupun oleh-oleh, karena sekarang damar kurung telah dibuat dengan berbagai macam ukuran. Damar kurung memiliki pakem khusus untuk gambar, hal tersebut untuk mempertahankan tradisi yang saat ini masih terjaga. Pakem tersebut seperti : - 1. Gambar dari segi mahluk hidup, benda, bangunan dan sebagainya harus berbentuk 2 dimensi. - 2. Harus menggunakan warna cerah untuk mengisi kekosongan, seperti warna pakem : merah cerah, hijau, Biru, kuning, jingga ungu. Dapat dikatakan sebagai warna pelangi Mejikuhibiniu yang cerah sebagai pewarnaan damar kurung yang sebagai warna favorit anak kecil. - 3.Untuk manusia apabila berada di dalam ruangan, harus menggunakan “tanda gambar” pada manusia tersebut seperti korden, terop atau bisa di gambar seluruh atap juga kubah untuk masjid. Sedangkan untuk manusia yang melakukan kegiatan di luar ruangan, harus ditambahkan tanaman seperti pohon yang hijau atau pohon kelapa. - 4. .Mimik wajah yang ceria pada objek. Damar Kurung ini adalah gambar situasi dan kondisi masyarakan pada lampion kertas, semua gambar pada Damar Kurung ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Gresik. Damar Kurung dibuat pertama kali oleh Almarhumah Mbah Masmundari dan sekarang dilanjutkan oleh keturunan beliau yaitu Samiji / Rukayah. Sebagai tokoh pelukis Damar Kurung pada masanya, nama Masmundari sangat melekat dengan upaya yang sangat hebat untuk melestarikan kesenian tradisi khas Gresik. Namun, seiring berjalannya waktu, Damar Kurung kian meredup bersama setelah sepeninggal Sang Maestro Masmundari. Demi menjaga kesenian tradisi Kota Gresik yang sudah menjadi ciri khas kota ini, Festival Damar Kurung dan Lampion diadakan untuk membangkitkan kembali warisan budaya Indonesia yang hampir terlupakan.