Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Industri Kerajinan Wayang Kulit - Ngawi, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Kerajinan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Suwito |
| Pencatat Karya Budaya | Dra. Sri Retna Astuti |
| Narasumber | - |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. NGAWI |
| Penginput Data | Sri Herawati, B.A. |
Sejarah:
Ketertarikannya membuat wayang ini diilhami adanya cerita-cerita saat kejayaan Majapahit yang sering menampilkan pementasan wayang dengan cerita Ramayana dan Mahabarata. Dari pementasan ini terdapat satu nilai-nilai yang sangat tinggi yang dapat dipetik. Untuk itulah maka ia berkeinginan untuk melestarikan budaya wayang kulit dengan membuat wayang kulit tersebut. Dengan demikian kelangsungan wayang kulit yang menjadi salah satu indentitas masyarakat Jawa bisa dilestarikan.
Deskripsi:
Suwito menekuni pekerjaan membuat wayang kulit sejak tahun 1980-an. Kerajinan wayang ini dapat dikatakan merupakan kerajinan yang memadukan seni dan sejarah wayang kulit. Hal ini disebabkan karena untuk membuat wayang kulit diperlukan proses yang panjang mulai penjiwaan terhadap seni itu sendiri dan rasa cinta yang dalam dengan cerita dalam pewayangan.
Kulit yang digunakan untuk membuat wayang itu ada yang berupa kulit mentah dan ada pula berupa kulit split. Kulit mentah adalah kulit yang digunakan membuat wayang tadi tanpa melalui proses kimiawi. Kalau kulit split adalah kulit yang sudah melalui proses kimiawi.
Sebelum digunakan untuk membuat wayang, kulit itu harus direndam di air selama satu hari sampai lunak, kemudian direntangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat. Selanjutnya dijemur sampai benar-benar kering, setelah kering kemudian ditipiskan dengan cara dikerok dibagian bulu-bulu rambut (bagian luar) dan sisa-sisa daging yang masih menempel (bagian dalam).
Proses pembuatan wayang kulit ini dimulai dari menggambar pola wayang dengan tokoh yang dimaksud. Kemudian dilanjutkan dengan proses penatahan. Gambar yang telah ditatah kemudian diberi cat dan dikeringkan.
Dalam satu hari biasanya atau rata-rata bisa menghasilkan satu buah tokoh wayang kulit, dengan harga antara Rp. 100.000,- sampai Rp. 200.000,-, itupun twergantung jenis dan ukuran wayangnya.