Kerajinan Gerabah Malo - Bojonegoro, Jawa Timur

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaKerajinan Gerabah Malo - Bojonegoro, Jawa Timur
Karya BudayaKemahiran Kerajinan Tradisional
Karya Budaya SubKerajinan Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasThalhah
Pencatat Karya BudayaTh. Esti Wuryansari, S.Ant.
Narasumber-
ProvinsiJawa Timur
Kabupaten/KotaKAB. BOJONEGORO
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
Desa Rendeng di Kecamatan Malo, Kabuapten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur mayoritas penduduknya menjadi pengrajin gerabah motif celengan. Desa Rendeng memiliki potensi produksi gerabah tradisional dan modern. Produk gerabah antara tradisional dan modern sebenarnya sama yang membedakan produk gerabah modern dan tradisional adalah bentuk desainnya. Produk gerabah tradisional meliputi celengan yang berbentuk binatang bebek, ayam, harimau, sapi, kendi dan sebagainya, sedangka produk gerabah modern berbentuk boneka yang ada dalam karakter film kartun seperti minions, doraemons, spongebob, patrick, marsha dan sebagainya. Menurut seorang pengrajin gerabah Thalhah, di Desa Rendeng jumlah pengrajin gerabah ada 100 pengrajin dan hanya ada lima pengrajin gerabah yang memproduksi gerabah modern yaitu dirinya sendiri, Ismail, Moch. Tarom, Tabah dan Abdul Ghofur. Pengrajin gerabah yang pertama kali memproduksi celengan gerabah dengan desain baru sesuai dengan karakter film kartun adalah Tabah. Ide inovasi baru dalam pembuatan celengan gerabah diperoleh dari film-film kartun yang diputar di TV. Celengan gerabah modern di Desa Rendeng mulai dikembangkan semenjak bulan Juni 2015. Celengan gerabah modern dibuat dengan memanfaatkan cetakan yang terbuat dari gips. Proses pembuatan gerabah, tanah yang sudah didapatkan kemudian dijemur hingga kering, kemudian direndam dicampur dengan pasir. Setelah tercampur, adonan tersebut dicetak sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Pasir digunakan sebagai bahan campuran agar ketika dibakar tidak pecah. Dalam sehari seorang pengrajin mampu memproduksi kurang lebih 70 gerabah mentah, sebab proses pembuatannya dengan teknik memanfaatkan alat cetakan gips. Namun belum termasuk proses pembakaran dan pewarnaan.