Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaSEDEKAH DESA TANDES - Surabaya Jawa Timur
Tradisi Sedekah Desa Tandes berada di Desa Gadel, Kelurahan Karangpoh, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Jawa Timur. Desa ini terletak jauh dari pusat kota dan memiliki suasana yang tenang dan nyaman dan masih kental dalam mempertahankan adat-istiadat budaya nenek moyang. Tradisi ini dilaksanakan setiap bulan Oktober pada setiap tahunnya. Sedekah desa atau biasa disebut ruwah desa sudah ada sejak masa pendudukan Belanda di Surabaya. Acara sedekah desa dilaksanakan pada bulan Oktober dan November tergantung "hari baik" nya. Acara ini dilaksanakan 3 hari 2 malam dengan rangkaian acara keiling desa sembari membawa tumpeng dan berhenti di sebuah sumur yang bernama Sumur Windu. Dikisahkan bahwa, pada saat itu Desa Gadel sangat kekurangan air karena tidak memiliki sumber air. Masyarakat mendapatkan air dari mengandalkan air hujan di musim penghujan. Sumur Windu inilah yang menjadi "penolong" masyarakat Desa Gadel dari kekurangan air. Maka dari itu dilaksanakanlah tradisi Sedekah desa untuk menghormati jasa Sumur Windu sebagai yang telah menjadi sumber mata air bagi warga desa. Sebagian masyarakat Desa Gadel percaya bahwa jika tidak melaksanakan sedekah desa maka akan terjadi hal buruk yang akan menimpa. Adapun urutan atau rangkaian acara dari sedekah desa ini meliputi kirab, pertunjukan reog, dan slametan di Sumur Windu. Di depan sumu, diadakan selantunan atau ledek yang dinyanyikan. Selain itu juga ada pertunjukan ludruk yang diadakan di balai RW 06 Desa Gadel. Selantunan atau ledek adalah semacam doa-doa yang dipanjatkan oleh orang Jawa yang ditujukan untuk para leluhur Desa Gadel yang telah berjasa membuka atau babat alas di desa tersebut. Masyarakat Desa Gadel saat ini telah banyak didominasi oleh pendatang dari luar desa tersebut. Bayak masyarakat yang memahami akan hal mistis di sana, namun ada sebagian masyakarat yang ikut sedekah desa dengan alasan untuk melestarikan tradisi budaya.