Komunita Budaya Dolalak Arum Manis - Purworejo, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriSanggar Komunitas Seni
Kategori SubSanggar Komunitas Seni
No Inventaris-
NamaKomunita Budaya Dolalak Arum Manis - Purworejo, Jawa Tengah
Pencatat Karya BudayaDwi Hastuti, S.Pd.
NarasumberAgus Setiyono
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. PURWOREJO
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
a. Nama kegiatan : Komunitas Dolalak Arum Manis merupakan salah stu kelompok kesenian yang ada di Purworejo, Jawa Tengah yang berdiri pada tanggal 27 Januari 2019. Dolalak Arum Manis didirikan bertujuan untuk menggalang masyarakat terutama generasi muda agar melestarikan kesenian tari Dolalak. Komunitas ini mendidik anak-anak yang suka menari dari usia nol kecil sampai bisa menari, dan sampai mereka sudah bisa dipentaskan. Komunitas Dolalak Arum Manis sudah banyak mencetak penari-penari yang bagus, dan sering diminta untuk pentas. Tari Dolalak merupakan salah satu kesenian khas Kabupaten Purworejo. Dinamakan Dolalak karena berasal dari not “Do” dan “La” yang mengacu pada dua nada music yang mengiringi tarian tersebut Alat music yang mengiringi tari Dolalak, antara lain: bedug/jidur, rebana/kencreng, kendang, dan nyanyian atau syair dan vokal.. Seiring dengan perkembangan, pada saat pentas banyak yang menambahkan alat music yang lain, misalnya keyboard atau orgen tunggal. Teknik memainkan instrument dalam mengiringi tarian Dolalak sangat sederhana, hanya secara ritmis sesuai dengan gerakan yang dibawakan oleh penarinya. Tari Dolalak sudah ada sejak jaman dulu dan diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat pendukungnya. Tari Dolalak sudah ditetapkan menjadi warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019. Adapun munculnya kesenian Dolalak di Kabupaten Purworejo ini tidak lepas dari pengaruh penjajahan Belanda di Indonesia, khususnya di daerah Purworejo yang terjadi pada sekitar tahun 1800an, namun pada saat itu belum ada pembinanya. Tari Dolalaki baru tercetus dan pertaama kali tampil pada tahun 1915. Gerakan-gerakan tarian Dolalak terinspirasi dari gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tentara Belanda pada saat menari atau berdansa. Pada saat ini ada beberapa versi gerakan tari Dolalak, salah satunya versi Logong. Versi ini yang digunakan oleh komunitas Dolalak Arum Manis. Gerakan Dolalak versi Logong berupa gerakan silat yang diperlambat. Gerakannya sangat simple, terdiri dari gerakan yang dinamakan tanjak, kemudian gerak bahu kiri, depan, mendak, gerakan tangan, dan gerakan manggut- manggut seperti gerakan tari angguk yang terdiri dari gerakan anggukan kepala. Pada awalnya tari Dolalak dilakukan oleh penari laki- laki. Namun dalam perkembangannya tari ini dilakukan oleh para remaja putri. Perubahan penari putra menjadi putri ini dilakukan sejak tahun 1988. Pada saat pentas para penari menggunakan busana mirip dengan serdadu Belanda yang terdiri dari topi, baju, celana, sampur, kaos kaki, dan kaca mata. Kemudian busana tari Dolalak mengalami evolusi dari seragam mirip tentara Belanda menjadi busana yang berwarna dengan hiasan emas. Tari Dolalak termasuk tari ritual yang digunakan sebagai sarana untuk pengobatan. Di samping itu Tari Dolalak bernuansa keIslaman. Dulu pada pementasan tari Dolalak, setelah tiba malam hari, pada pukul 12 malam ada pertunjukan rodat dan puji-pujian. Pada saat itulah banyak pasien yang datang mengantri untuk meminta kesembuhan. Berermacam-macam penyakit, seperti: anak yang lama belum bisa jalan, batuk yang tidak sembuh-sembuh, pasangan suami istri yang sudah lama menikah tapi belum diberi momongan, dll. Pengobatan dengan cara seperti itu terjadi hingga akhir 2000. Dalam pertunjukan tari Dolalak ada prosesi yang harus dilakukan, antara lain: 1. Persiapan dan sesaji sebelum pertunjukan, seperti: kemenyan yang dibakar, dan sesaji yang dipasang. Ada dua bentuk pada sesaji tari Dolalak : - Sesaji lengkap yeng berisi berbagai makanan, di antaranya tumpeng, sayuran, ayam panggang, minuman kopi dan teh, beras, garam, mrica, pisang raja, dan lainnya. Semua ini berfungsi sebagai perlindungan penari dari roh yang tak diundang - Sesaji sederhana , biasanya hanya berisi kembang, menyen dan degan, sesaji ini digunakan dalam pertunjukan singkat 2. Urutan pertunjukan Dolalak mengikuti urutan tradisional 3. Tahap Trance. Tahap ini terjadi pada saat penari menglami trance. Fungsi tari Dolalak pada masyarakat Purworejo sudah mengalami pergeseran. Dahulu tari Dolalak sebagai ritual. Namun sekarang tari Dolalak mempunyai fungsi: 1. Sebagai hiburan. Biasanya ditanggap oleh masyaakat yang sedang mempunyai hajad, seperti: nikahan, sunatan dll 2. Sebagai tari penyambutan di lingkungan pemerintahan Purworejo 3. Sebagai media belajar berkesenian dan berbudaya pada masyarakat Purworejo 4. Sebagai kesenian yang digunakan untuk memeriahkan hari besar nasional 5. Sebagai apresisi wisata budaya Kabupaten Purworejo Nilai yang dapat diambil dari Tari Dolalak adalah gerakan manggut-manggut pada tari Dolalak menggambarkan ajaran akhlak dan hormat kepada orang lain.

 Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, Bendahara, anggota