Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Asal Mula Nama Wiladeg - Gunung Kidul, DI Yogyakarta |
| Karya Budaya | Tradisi dan Ekspresi Lisan |
| Karya Budaya Sub | Cerita Rakyat |
| Kondisi Saat Ini | Sudah Berkurang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Belum diisi |
| Pencatat Karya Budaya | Dwi Hastuti, S.Pd. |
| Narasumber | Sri Sumarsih. 1997. Fungsi Cerita Rakyat Terhadap Kehidupan Masyarakat di Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. dalam Laporan Penelitian Jarahnitra. Yogyakarta, BKSNT Yogyakarta |
| Provinsi | DI Yogyakarta |
| Kabupaten/Kota | KAB. GUNUNG KIDUL |
| Penginput Data | Dwi Hastuti, S.Pd. |
Wiladeg merupakan salah satu desa yang berada di Wilayah Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Wiladeg berasal dari kata wilah dan ngadeg, yaitu bambu yang berdiri. Berikut adalah asal mula nama Wiladeg: Kira-kira pada jaman perpecahan Kraton Mataram menjadi Yogyakarta dan Surakarta ada dua orang sahabat yang sedang melakukan pengembaraan. Dua orang tersebut adalah Eyang Gembong Kertoyudo dan Eyang Rau. Ketika perjalanan mereka sampai di suatu tempat yang sekarang dinamakan Puluhan. Kemudian Eyang Rau menetap di tempat tersebut. Karena Eyang Raul menetap di Puluhan maka Eyang Kertoyudo terus melanjutkan perjalanannya hingga sampai di suatu tempat. Di tempat ini Eyang Kertoyudo kemudian membuat tanda agar Eyang Rau tahu bahwa Eyang Kertoyudo tinggal di tempat tersebut. Tanda yang digunakan oleh Eyang Kertoyudo adalah sebuah bamboo yang ditancapkan di tanah sehingga berdiri . Selanjutnya tempat tersebut dinamakan Wiladeg yang berasal dari kata wilah ngadeg. Sekarang Wiladeg menjadi sebuah desa merupakan bagian dari Kecamatn Karangmojo. Penduduk Wiladeg menganggap bahwa Eyang Kertoyudo dan Eyang Rau merupakan cikal baka Desa Wiladeg.
Pesan yang terkandung dalam cerita tersebut adalah sebagai pengesahan suatu pranata atau lembaga.