Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Bakmi Gareng - Banyumas, Jawa Tengah |
Kabupaten Banyumas mempunyai banyak wisata kuliner yang legendaries, mulai dari Soto Sokaraja, Soto Sangka sampai Bakmi Gareng. Masing-masing kuliner mempunyai ciri khas tersendiri, misalnya meskipun sama-sama soto, namun antara Soto Sokaraja dan Soto Sangka mempunyai keunikan masing-masing, baik cara masak maupun cita rasanya berbeda. Begitu juga dengan menu bakmi goreng atau bakmi nyemek yang terdapat di berbagai warung bakmi di Banyumas. Salah satu menu masakan bakmi, baik bakmi goreng, bakmi nyemek, maupun bakmi rebus yang legendaries yaitu di Warung Bakmi Gareng.
Dinamakan Bakmi Gareng karena pencetus Bakmi Gareng pada waktu kecil mempunyai postur tubuh yang kurus, oleh karena itu sering dipanggil gareng(tokoh wayang). Pencetus Bakmi Gareng adalah adalah seorang keturunan Tionghoa yang bernama Ting Eng An. Ting Eng An mempunyai istri pribumi yang bernama Nisem. Pada tahun 1950 Ting Eng An berjualan bakmi goreng dengan cara dipikul dan berkeliling. Karena kelezatan mi goreng buatan Ting Eng An banyak pelanggan yang fanatik dengan bakmi buatan Ting Eng An. Seiring dengan berjalannya waktu, Ting Eng An berhenti berkeliling dan kemudian pada sekitar tahun 1970 menetap di rumahnya beralamat Jl. Kulon No. 686 Sudagaran, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas
Bakmi Gareng mempunyai keunikan dan cita rasa yang enak dan lezat. Maka tak heran jika warung bakmi ini mempunyai banyak pelanggan, tidak hanya dari Banyumas saja, akan tetapi dari luar Banyumaspun banyak yang mencari. Di Warung Bakmi Gareng ini tidak hanya menyediakan menu bakmi saja, baik bakmi goreng, bakmi nyemek, maupun bakmi kuah, akan tetapi juga menyediakan juga menu lain, seperti: capcay, dan nasi goreng, namun di antara berbagai menu pilihan, para pelanggan lebih banyak yang memesan bakmi
dibanding dengan menu lainnya. Sehingga bakmi menjadi menu favorit dari Warung Bakmi Gareng.
Setelah Engkong Ting Eng An meninggal kemudian warung Bakmi Gareng diturunkan ke anaknya yang bernama Ibu Agustina. Tidak lama kemudian Ibu Agustinapun meninggal di usia yang masih muda. Selanjutnya usaha Warung Bakmi diwariskan keanaknya yakni Taufik Andika (cucu dari Ting Eng An). Sehingga Taufik Andika ini merupakan generasi ke tiga Bakmi Gareng. Sebenarnya Andika ini sebelumnya tidak pernah belajar secara khusus bagaimana cara memasak bakmi, dulu hanya melihat-lihat waktu ibunya memasak bakmi. Karena pada waktu itu pembeli atau pelanggan Bakmi Gareng ini merupakan pelanggan lama, sehingga pelanggan fanatik pada masakan ibunya. Setelah Ibu Agustina meninggal Andika berusaha untuk membuat menu masakan warisan dari kakeknya. Andika sering bertanya kepada yang membantunya yang sebelumnya sudah ikut membantu Ibunya. Dengan resep yang turun temurun dan cara memasak yang diwariskan dari kakeknya, akhirnya banyak pelanggan yang mulai fanatik dengan masakannya.
Bahan baku pembuatan menu masakan bakmi, baik goreng, nyemek, maupun kuah adalah mie telor atau mie kering cap bola, ayam kampung, telor, minyak goreng, dan berbagai bumbu tambahan, seperti: garam, merica, lada, bawang putih, bawang merah, kecap, bumbu penyedap serta sayuran, yang terdiri dari: kol, sawi hijau, wortel, daun bawang, daun sledri, dan bahan membuat acar. Semua bahan baku maupun bahan tambahan untuk menu bakmi dan menu lainnya memanfaatkan bahan lokal yang terdapat di Banyumas. Warung Bakmi menjaga kualitas dan mempertahankan keunikan, baik dari segi bahan maupun tekhnik memasaknya. Hal ini untuk melayani selera pelanggan yang sebagian besar pelanggan lama. Misalnya dalam memilih ayam kampung sebagai bahan utamanya, maka ayam yang dipilih adalah ayam babon (betina) yang baru bertelor satu atau dua kali, sehingga dagingnya belum alot, namun sudah keluar kaldunya.
Dengan resep yang sudah turun temurun tiga generasi, dan dengan proses memasak secara tradisional, menggunakan tungku dan arang sebagai bahan bakarnya menjadikan hasil masakan Warung Bakmi Gareng ini mempunyai aroma dan cita rasa yang khas, sehingga warung bakmi ini tidak sepi pelanggan. Dalam sehari Warung Bakmi Gareng menghabiskan 3 ekor ayam kampung. Warung Bakmi Gareng buka pada pukul 09.30 WIB dan tutup pada pukul 15.30 WIB. Harga satu porsi bakmi rata-rata Rp 20.000.