Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaBatik dan Tenun (Batik Banyumasan Hadi Priyanto) - Banyumas, Jawa Tengah
Proses membatik Tulis 1. Nyunging : membuat pola pada kertas 2. Njiplak : memindahkan pola dari kertas ke kain 3. Nglowog : peletakan lilin /malam ke kain dengan canting sesuai pola pada kain 4. Ngiseni : pemberian motif isen pada ornament utama dengan lilin/malam 5. Nyolet : pewarnaan bagian tertentu dengan kuas 6. Mopok : menutup bagian yang di colet dengan lilin/malam 7. Nglorot : Penghilangan lilin/malam dengan merendam kain pad air mendidih atau bisa merendam dalam air mendidih 8. Ngrentesi : Pemberian cecek /titik dengan lilin /malam dalam motif batik sesuai pola 9. Nyumili : menutup bagian tertentu pola batik dengan lilin/ malam 10. Nyoga : penyelupan kain dengan warna coklat / sogan Motif asli batik yang digunakan adalah motif klasik dari solo tetapi dengan “logat”(tidak sama persis dengan solo) yang berbeda . Pada motif klasik ciri khasnya untuk ujung – ujung kain/jarik ada tepian polos. Tetapi kain ini hanya digunakan pada momen – momen tertentu. Didirikan pada tahun 1957 oleh ayah Bapak Slamet Hadi Priyanto yaitu Bapak Hadi Priyanto. Bapak Slamet Hadi Priyanto baru terjun secara langsung pada tahun 2000. Untuk saat ini yang banyak di produksi adalah batik tulis, batik cap, batik cap campur tulis dan tenun yang dibuat menenun sendiri dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Produksi Hadi Priyanto batik selain menjual jarik (kain) dan bahan juga menjual untuk produk fashion, dekorasi rumah tangga, souvenir, dll. Selain memproduksi batik dan tenun, dan mejual hasil produksinya batik Hadi Priyanto juga memberikan pelayan wisata pembelajaran membetik dan menenun. Untuk pemasaran selain ada beberapa toko, juga melalui media on line seperti shoope dan promosi melalui travel biro. Produksi Batik Hadi Priyanto tidak hanya motif klasik saja tetapi sebagai inovasinya memasukkan motif yang lebih modern atau kekinian, begitu juga dengan warna – warnanya.