Tari Singabarong - Demak, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTari Singabarong - Demak, Jawa Tengah
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Tari
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasDinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Demak
Pencatat Karya BudayaS.Ilmi Albiladiyah, S.s
NarasumberDinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Demak
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. DEMAK
Penginput DataDwi Hastuti, S.Pd.
Tari Singabarong merupakan tari tradisional rakyat Demak yang dilatarbelakangi sejarah Demak. Pada awal kemunculan pemerintahan Demak, untuk mendirikan sebuah ibu kota, maka dibukalah hutan Glagahwangi. Akan tetapi ‘penunggu’ hutan yaitu siluman Singabarong kembar tidak mau menerima, dan menjadi pertentangan bahkan perkelahian dengan punggawa / pihak yang berkepentingan membuka hutan. Dalam pentas tokoh ini dibawakan oleh seorang yang memerankan sebagai prajurit mengenakan busana surjan. ‘Prajurit’ ini naik kuda kepang yang indah, sambil membawa pecut bernama Cemethi Saptamawa (sapta=tujuh, mawa=bara api). Dengan kesaktian Cemethi Saptamawa di tangan prajurit inilah maka siluman Singabarong dapat dikalahkan. Group Singobarong di Kabupaten Demak yaitu: Setia Kawan, 32 orang, ketuanya Ngasmuri, di Poncoharjo. Kademangan, 50 orang, ketuanya Mustakim, di Gebang.