Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan kaligrafi kuningan/Kerajinan kuningan
Kerajinan kuningan di Demak menghasilkan barang seni berupa kaligrafi, juga motif-motif lainnya menurut selera pasar. Yang dikemukakan di sini adalah kerajinan kuningan yang ditangani oleh Mualim. Pada tahun 1989, Mualim tamat Madrasah Aliyah Darul Ulum Purwogondo, Jepara. Ia kemudian bekerja di Bogor sambil mendalami ilmu kerajinan kaligrafi Arab dan kuningan. Dari ilmu yang diperoleh, kemudian dikembangkan di Demak, tepatnya di Desa Rejosari RT 2 / RW 4, Kec.Mijen. Hasil kerajinan kuningan berupa relief-relief gambar yang bervariasi, misalnya: kereta kencana, gerombolan kuda liar, ikan arwana, Ayat Kursi, pintu ka’bah, Surat Yasin, dan Asmaul Husna. Usaha kerajinan kaligrafi kuningan ini kemudian berkembang menjadi perusahaan dagang UD Putra Bintara dengan merekrut beberapa karyawan. Bahan baku lempengan kuningan didapat dari beberapa toko di kota-kota Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Kudus. Di atas lempengan tersebut digambarkan pola yang dikehendaki dengan pensil tanpa mesin. Semua dikerjakan secara tradisional atau manual. Pengerjaannya memerlukan ketelitian dan kesabaran, untuk menghindari kesalahan fatal. Untuk menulis kaligrafi Arab terutama ayat-ayat Al Qur’an membutuhkabn keahlian khusus. Oleh karena itu dibutuhkan ahli tulisan indah (khot) yang mampu membuat seni kaligrafi. Hasil karya seni kaligrafi, juga motif lainnya berbahan baku kuningan ini dipasarkan melalui distributor di kota-kota besar, antara lain Bogor, Purwokerto, Purworejo, Tegal, Jakarta, dan kota lainnya. Harga hasil kerajinan kuningan pada tahun 2003: Gambar ikan arwana ukuran 36,5 cm x 120 cm tanpa pigura @ Rp. 140.000 Gambar sama ukuran 75 cm x 120 cm berpigura kembang @ Rp. 450.000 Seni kaligrafi model Pintu Ka’bah 61,5 cm x 120 cm harganya Rp.1.000.000 Seni kaligrafi Ayat Kursi ukuran 1 m x 36,5 cm harganya @ Rp. 350.000 Kaligrafi Asma’ul Husna ukurannya sama Ayat Kursi harganya Rp. 750