Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Pengetahuan lokal/Produk garam beryodium - Demak, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Kerajinan Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Sedang Berkembang |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Lancar Sejahtera / H.Hamdan |
| Pencatat Karya Budaya | S.Ilmi Albiladiyah, S.s |
| Narasumber | - |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. DEMAK |
| Penginput Data | Dwi Hastuti, S.Pd. |
Sejarah Singkat:
Pabrik garam beryodium Kelompok Usaha Bersama (KUBe) Lancar Sejahtera Kabupaten Demak berada di Desa Kedungmutih, Kecamatan Wedung. Pabrik ini saat didirikan memperoleh dana dari daerah (APBD) dan pusat (APBN). Tahun 2008 dan 2010 daerah mengalokasikan dananya lewat APBD. Anggaran daerah maupun pusat untuk pengadaan mesin, gedung, listrik, dan peralatan lainnya. Garam beryodium produksi KUBe berbahan baku garam krosok, diolah secara tradisional oleh para petani garam dari desa-desa Tedunan, Babalan, Kedungmutih, Kedungkarang, Kendalasem, Berahan Kulon, dan Berahan Wetan. Seluruh lahan pembuatan (ladang) garam krosok dari ketujuh desa itu luasnya 900 hektar. Per musim pada setiap hektarnya menghasilkan 80 ton. Hasilnya disetorkan ke KUBe Kedungmutih. Pengadaan garam krosok oleh petani garam hanya dilaksanakan pada bulan Agustus-November. Garam yang dikemas diberi merk lumba-lumba. Pemasaran di tingkat lokal mendapat dukungan dari beberapa lembaga yang ada di Kabupaten Demak antara lain: Dinas Kesehatan, Disperindag, PKK, Puskesmas, dan sekolah-sekolah. Garam beryodium dari Desa Kedungmutih ini selain untuk memenuhi konsumen setempat, juga dipasarkan di Kabupaten Boyolali wilayah Jawa Tengah dan Indramayu Jawa Barat.
Deskripsi:
Pengolahan garam krosok yang dilakukan oleh KUBe. Adapun caranya : pasokan garam krosok diolah melalui proses produksi berpegang pada aspek-aspek sesuai dengan standar baku ; 1) dicuci, 2) diopen, 3) digiling, 4) diyodiumisasi, 5) dikemas. Semua dilakukan dengan cermat. Garam yang dikemas diberi merk lumba-lumba, dan dipasarkan.