Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerupuk Padang Pasir - Kediri, Jawa Timur |
| Karya Budaya | Kemahiran Kerajinan Tradisional |
| Karya Budaya Sub | Makanan / Minuman Tradisional |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Belum diisi |
| Pencatat Karya Budaya | Insani Suciati, S.Pd. |
| Narasumber | Htp://krupukkediri.blogspot.com/ http://anekakhaskediri.blogspot.com/ |
| Provinsi | Jawa Timur |
| Kabupaten/Kota | KAB. KEDIRI |
| Penginput Data | Supriyanto |
Sejarah:
Konon sejarah dari krupuk diambil dari kisah nyata tentang keluarga yang tidak mampu yang memiliki banyak anak dan sulit untuk membeli makanan.Sehingga untuk bertahan hidup mereka rela makan nasi dengan lauk sawut (ketela pohon yang diserut/diparut). Nah,,,,awal pembuatan sawut, yaitu pertama-tama ketela/telo pohon diparut/dihaluskan kemudian diberi air. setelah itu, parutan ketela pohon yang tercampur air dan bumbu diperas dan diambil sarinya. lalu diendapkan beberapa hari lalu di jemur jadilah tepung tapioka/ tepung telo. lalu tepung tersebut diolah menjadi krupuk
Deskripsi:
Salah satu makanan khas Kediri adalah kerupuk pasir. Dinamakan kerupuk pasir karena saat menggorengnya menggunakan pasir dan tidak menggunakan minyak goreng sebagai lazimnya. Bahan baku kerupuk pasir ini hampir sama dengan bahan baku kerupuk pada umumnya. Diantaranya berasal dari terigu pati ketela pohon. Bahan baku ini diolah secara tradisional dan dibimbui, kemudian diiris tipis-tipis dan dikeringkan dengan cara dijemur. Setelah kondisinya kering betul, barulah kerupuk itu digoreng dengan pasir. Pasir yang digunakan untuk menggoreng diambil dari Sungai Brantas yang membelah kota Kediri. Setelah kering, debu-debu yang bercampur dengan pasir dibersihkan dengan menggunakan tampah. Setelah pasir benar-benar bersih dari debu, barulah digunakan untuk menggoreng kerupuk.
Selain empuk dan renyah, ada kelebihan lain kerupuk pasir khas kediri ini, yakni para pembuat kerupuk pasir yang tersebar di sejimlah desa di Kodya dan kabupaten Kediri sudah mulai mengenal diservikasi rasa produk. Jika semula kerupuk jenis ini hanya ada satu rasa yakni asin, kini sudah meningkat menjadi empat rasa, yakni kerupuk rasa asin, manis, pedas serta rasa bawang. Disamping harganya murah kerupuk ini juga mempunyai keunggulan dari sisi kesehatan.