Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Wayang Gandrung - Kediri, Jawa Timur |
Sejarah:
Dalam penuturan masyarakat Desa Pogung dan sekitarnya mbah gandrung berasal dari sebuah kayu jati hanyut yang di sungai. Kayu jati tersebut diangkat ke darat dan dibelah, didalamnya terdapat sepasang wayang kayu. Dari sepasang wayang tersebut kemudian diperoleh 2 buah wayang kayu secara misterius, di dalam kotak tempat penyimpanan wayang. Demikian pula dengan wayang tambahan lainnya didasarkan pada mimpi, maupun orang mendatangi , juga didasarkan pada mimpi-menyerahkan wayang krucilnya kepada keluarga Lamidi. Selanjutnya keempat wayang tersebut diyakini sebagai pusaka yang dikeramatkan dari limapuluhan wayang krucil yang disimpan didalam kotak. Lamidi pewaris wayang tersebut tidak berani sembarangan membuka dan memperlihatkan wayang kalau tidak untuk kepentingan mungel yang harus diawali dan diakhiri dengan menyelenggarakan slametan.
Deskripsi:
Wayang Mbah Gandrung merupakan wayang kayu yang ada di desa Pagung, Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Wayang Mbah Gandrung bagi masyarakat setempat dan generasi penerusnya dianggap wayang yang sakral dan dikeramatkan dan wayang Mbah Gandrung bukanlah wayang krucilatau wayang Klitik.
Wayang Mbah Gandrung secara umum bisa diesbut Wayang Pengruwatan: memberikan penerangan (obor) bagi orang yang dalam kegelapan atau punya permasalahan, memeberikan kerudung bagi orang yang kepanasan atau memberikan payung bagi orang yang kehujanan.
Kegunaan Pementasan Wayang Mbah Gandrung untuk
1. Pengruwatan (orang punya nadzar atau janji pribadi)
2. Orang sakit punya niat bila sembuh mementaskan wayang Mbah Gandrung
3. Untuk kenaikan pangkat (mungkin orang ingin mempunyai jabatan lurah bila berhasil mementaskan wayang tersebut)
4. Yang utamanya punya tujuan atau nadzar
Ciri khas wayang Mbah gandrung ketika dipentaskan jarak 10 – 20 km cara membawa yang dalam kotak akan dipikul oleh 4 orang dengan jalan kaki saja. Dengan ketentuan bila jarak tempuh masih bisa dijangkau sehari maka bisa dipentaskan di daerah orang yang mementaskan, namun bila tidak terjangkau maka wayang Mbah Gandrung harus dipentaskan di Desa Pagung tempat asal Wayang Mbah Gandrung sendiri.