Upacara Adat Bersih Sendhang Pokak - Kab. Klaten, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Bersih Sendhang Pokak - Kab. Klaten, Jawa Tengah
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasPanitia Upacara Adat Bersih Sendhang Pokak
Pencatat Karya BudayaDrs. Ign. Wahjudi Pantja Sunjata
NarasumberWahjudi Pantja Sunjata. 1996. Upacara Tradisional Bersih Sendhang Pokak. Yogyakarta: BKSNT Yogyakarta
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. KLATEN
Penginput DataM. Raga Putra Ammarsada
Sejarah: Pada jaman dahulu kala ada sebuah kadipaten dan merupakan daerah perdikan yang masuk wilayah Kasunanan Surakarta. Dusun perdikan ini diperkirakan adalah Desa Pokak sekarang. Di perdikan ini terdapat dua buah sendhang dan daerah disekitar sendhang merupakan pertanian yang subur. Para petani semuanya giat bekerja agar pertaniannya bisa subur dan mendapatkan panen yang banyak. Pada suatu hari salah satu petani yang sedang bekerja merasa lelah kemudian petani itu beristirahat ditepi sendhang dibawah pohon yang rindang. Karena panas dan lelahnya petani itu setengah tertidur atau layap-layap. Di dalam layap-layap itu secara sayup-sayup petani itu mendengar suara orang berkata bahkan sepertinya terlihat bayang-bayang orang dan suara itu antara lain terdengar demikian “he petani kamu jangan bekerja terlalu keras, ingatlah tenaga dan kekuatanmu. bekerjalah cukup dari pagi hari dan beristirahatlah, kemudian pada sore hari kembali bekerja sampai menjelang Magrib. Kamu mengerjakan sawah sampai melewati batas bermaksud agar supaya hasil sawahmu banyak sehingga cukup untuk hidup sekeluarga dan kamu bisa hidup sejahtera. Oleh sebab itu agar supaya panenmu mulai musim kemarau dan seterusnya dapat menghasilkan banyak dan baik, setelah panen ini nanti buatkan sesaji di sendhang ini yang berupa nasi tumpeng, memotong daging yang dimasak dengan bumbu becek dan minuman dhawet ayu. Selanjutnya sesaji ini harus dibuat satu tahun sekali sehabis panen gadhu pada hari Jumat Wage. Karena hari Jumat Wage merupakan hari kelahiran serta kematian Kyai Singadrana. Dengan sesaji ini kamu akan saya bantu agar panenmu melimpah. Tetapi jangan sekali-kali kamu melanggarnya sebab jika kamu langgar kamu akan menerima akibatnya”. Setelah suara hilang petani itu kemudian terbangun dan langsung pulang. Sesampai di rumah ia kemudian menceritakan apa yang telah dialaminya kepada keluarga dan masyarakat disekitarnya. Setelah mereka renungkan lalu teringat bahwa di tempat itu merupakan bekas peninggalan kadipaten yang dipegang oleh Ki Singadrana dan patihnya Ki Erakopa yang muksa karena tidak setuju adanya kurban manusia. Tetapi hanya setuju kurban hewan yang dipisungsungaken ‘dipersembahkan’ kepada gunung Merapi seperti halnya pada gunung Lawu. Setelah masyarakat berembuk akhirnya dicapai satu kesepakatan bahwa setiap tahun dilaksanakan upacara adat yang biasa disebut dengan bersih sendhang. Ternyata dengan melaksanakan upacara ini panen para petani bertambah melimpah dan mulai saat itu upacara Bersih Sendhang selalu dilakukan oleh masyarakat Desa Pokak hingga saat ini secara turun-temurun Deskripsi: Upacara Adat Bersih Sendhang Pokak bertujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah diberi berkah sehingga hasil panennya melimpah dan memohon agar tahun-tahun yang akan datang hasil pertanian dan peternakannya akan semakin baik. Kecuali itu upacara bersih sendhang juga bertujuan untuk memetri adat kebiasaan orang-orang tua yang sudah turun-temurun sebagai ucapan terima kasih, atas karunia-Nya sehingga panen yang dihasilkan dapat berhasil dengan baik sehingga hasil panen itu dapat menambah kemakmuran masyarakat setempat. Upacara Bersih Sendhang Pokak diselenggarakan pada hari Jumat Wage sehabis panen gadhu atau panen yang jatuh pada mangsa ketiga atau mangsa karo. Biasanya menurut kalender nasional jatuh pada bulan Agustus atau September. Antara bulan itu dicari yang ada hari Jumat Wage karena hari Jumat Wage merupakan hari kelahiran dan kematian Ki Singadrana dan Ki Erakopa, penguasa sendhang tersebut. Itulah yang dipakai sebagai hari pelaksanaan upacara. Puncak upacara dilaksanakan pada jam 12.30 siang atau setelah sholat Jumat. Tempat dilaksanakannya upacara disekitar sendhang wadon dan sendhang lanang. Pada pukul 12.30 dimulailah upacara Bersih Sendhang tersebut. Untuk pertama kali dilakukan sambutan selamat datang dari kepala desa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan riwayat terjadinya upacara Bersih Sendhang Pokak, maksud dan tujuan dari bersih sendhang tersebut yang diwakili oleh sesepuh atau tokoh masyarakat Desa Pokak. Selanjutnya dilakukan pembacaan doa oleh modin. Setelah doa dilanjutkan dengan pembagian masakan daging kambing. Selanjutnya dilakukan makan bersama sebagai salah satu tanda ucapan syukur kepada Tuhan atas limpahan berkah-Nya akan hasil pertanian dan peternakannya yang cukup melimpah, serta ucapan terima kasih karena tuhan telah memberkati sehingga upacara ini bisa berjalan dengan lancar. Setelah makan bersama selesai, berangsur-angsur para pendukung masyarakat mulai berjalan kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan lega dan gembira karena telah melaksanakan tradisi nenek moyangnya dengan baik. Sesampai di rumah merekapun juga membagikan isi tenong pada semua keluarganya.