Tari Turonggo Seto - Kab. Boyolali, Jawa Tengah

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTari Turonggo Seto - Kab. Boyolali, Jawa Tengah
Karya BudayaSeni Pertunjukan
Karya Budaya SubSeni Tari
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaInsani Suciati, S.Pd.
Narasumberhttp://mengenalbudayajawa.blogspot.com/2012/05/turonggo-seto.html https://www.google.com/search?q=kesenian+turonggo+seto+boyolali&client=firefox-a&hs=UxL&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=np&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=rZTBUvOHN4OLrQfU
ProvinsiJawa Tengah
Kabupaten/KotaKAB. BOYOLALI
Penginput DataM. Raga Putra Ammarsada
Sejarah: Turonggo Seto berasal dari kata Turonggo dan kata Seto. Turonggo berarti kuda dan Seto adalah putih, jadi kedua makna tersebut mempunyai arti kuda putih. Turonggo Seto merupakan tari tradisional yang hidup dan berkembang di sebuah desa. Tepatnya di antara lereng gunung Merapi dan Merbabu dengan nuansa pedesaan yang masih alami. Wilayah ini merupakan daerah yang memiliki udara dingin dan sangat sejuk yaitu Desa Selo. Nama Desa Selo menurut penuturan penduduk setempat merupakan arti dari selo selaning gunung Merapi dan Merbabu yang terletak diantara dua kaki gunung yaitu Merapi dan Merbabu, tepatnya diujung barat Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Tarian ini mengisahkan tentang semangat nan gigih para Prajurit Pangeran Diponegoro yang dengan gagah berani berperang melawan pasukan Belanda supaya meninggalkan jejaknya dari wilayah Selo. Prajurit Turonggo Seto sangat gigih berlatih berperang sampai saat maju ke medan laga. Prajurit Diponegoro dengan menunggang kuda putih yang begitu kekar, bersih dan tampan. Tetap bersemangat untuk maju ke medan laga demi memperjuangkan kemerdekan negeri tercinta ini sampai pada akhirnya Pasukan Turonggo Seto memperoleh kemenangan. Deskripsi: Turonggo Seto merupakan tari tradisional yang hidup dan berkembang di sebuah desa. Tepatnya di antara lereng gunung Merapi dan Merbabu dengan nuansa pedesaan yang masih alami. Wilayah ini merupakan daerah yang memiliki udara dingin dan sangat sejuk yaitu Desa Selo. Nama Desa Selo menurut penuturan penduduk setempat merupakan arti dari selo selaning gunung Merapi dan Merbabu yang terletak diantara dua kaki gunung yaitu Merapi dan Merbabu, tepatnya diujung barat Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah. Tarian ini mengisahkan tentang semangat nan gigih para Prajurit Pangeran Diponegoro yang dengan gagah berani berperang melawan pasukan Belanda supaya meninggalkan jejaknya dari wilayah Selo. Prajurit Turonggo Seto sangat gigih berlatih berperang sampai saat maju ke medan laga. Prajurit Diponegoro dengan menunggang kuda putih yang begitu kekar, bersih dan tampan. Tetap bersemangat untuk maju ke medan laga demi memperjuangkan kemerdekan negeri tercinta ini sampai pada akhirnya Pasukan Turonggo Seto memperoleh kemenangan.