Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaPENGGEL - BANGKALAN, JAWA TIMUR
Sejarah: PENGGEL adalah asesoris busana wanita Bangkalan berupa gelang kaki. Di samping sebagai asesoris, PENGGEL juga berfungsi praktis sebagai pembentuk keindahan kaki wanita Madura sekaligus untuk membentuk otot-otot tubuh terutama otot-otot bagian kewanitaan yang sangat berpengaruh pada kenikmatan rasa seksual bagi lawan jenis. Oleh karena itulah banyak orang mengatakan bahwa ‘wanita Madura’ paling enak di antara wanita-wanita di seluruh dunia. Berat PENGGEL bervariasi, dari yang kecil seberat lebih kurang 0,5 kg hingga yang besar seberat 10 kg. Semakin besar PENGGEL yang dipakai seorang wanita Bangkalan dianggap ‘semakin cantik’. PENGGEL bisa terbuat dari besi, perak, perunggu, atau emas. Semakin kaya sebuah keluarga, akan semakin besar dan semakin bagus (mahal) PENGGEL yang disediakan untuk putrinya. Misalnya PENGGEL terbuat dari bahan emas seberat 10 kg untuk masing-masing kaki. Jadi putri Bangkalan yang kaya raya ketika berjalan bergelang kaki emas seberat 20 kg untuk dua kaki. Dengan demikian PENGGEL di samping sebagai asesoris dan pembent uk kecantikan kaki putri Bangkalan juga berfungsi sebagai simbol kekayaan keluarganya. Dengan beban PENGGEL yang ada di kakinya menyebabkan putri Bangkalan kalau berjalan menjadi pelan sehingga tampak anggun. Deskripsi: Pada jaman dahulu, PENGGEL dipakai sehari-hari untuk membentuk tubuh putri Bangkalan. Pada masa sekarang PENGGEL tidak lagi dipakai untuk harian, tetapi hanya dipakai kesempatan/acara tertentu, sebagai lambang status sosial. PENGGEL besar biasa dipakai oleh putri-putri Bangkalan yang berasal dari keluarga masyarakat kebanyakan. Untuk putri-putri keluarga bangsawan Bangkalan, biasanya PENGGEL yang dipakai tidak terlalu besar, berkisar antara 30 gr sampai dengan 100 gr, tetapi terbuat dari bahan emas murni berteretes batu mulia, intan atau berlian sehingga tampak indah dan terkesan mahal. Pada masa sekarang PENGGEL besar sudah jarang tampak dipakai karena berbagai hal. Kemajuan peradaban, ilmu pengetahuan dan teknologi mampu merubah pola pikir dan perilaku sehingga tradisi pemakaian PENGGEL bagi putri Bangkalan juga mengalami pergeseran. Sepertinya pemakaian PENGGEL besar serasa belenggu yang menghalangi kebebasan dalam melangkah. Selain itu, dari segi keamanan, dengan tingginya harga emas, perhiasan emas bisa menjadi incaran penjahat sehingga bagi yang memiliki PENGGEL EMAS BESAR punya rasa khawatir untuk memperlihatkan atau dipakai dki sembarang tempat. Pada masa sekarang, PENGGEL EMAS (BESAR) hanya dipakai oleh putri-putri/wanita Bangkalan pada acara-acara tertentu, misalnya pada saat kondangan, kirab budaya dan sebagainya, untuk menunjukkan tingkat kekayaannya. Namun bagi putri Bangkalan ada juga yang justeru malu untuk mengenakan PENGGEL EMAS BESAR karena dianggap norak, pamer, dan terkesan sebagai rakyat kebanyakan. Jadi kalau mereka mau memakai PENGGEL cukup yang beratnya tidak terlalu besar, berkisar 30 gr – 100 gr tetapi terbuat dari emas murni sehingga terkesan anggun dan menyerupai putri kraton/bangsawan Bangkalan. Jika pun mempunyai PENGGEL EMAS BESAR sekedar untuk simpanan sebagai tinggalan/warisan/pemberian orang tua. Bahkan tidak sedikit PENGGEL EMAS BESAR yang terpaksa dipecah/dikecilkan bahkan dijual untuk dibagi kepada para ahli waris.