Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Adat Hore - Pacitan, Jawa Timur |
Sejarah : Upacara adat Hore berasal dari Dusun Gedangan desa Sukoharjo kecamatan Donorojo kabupaten Pacitan. Upacara adat ini diprakarsai oleh Kyai Gledang Gedangan. Pada awalnya masyarakat Desa Sukoharjo melaksanakan upacara adat ini untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan keselamatan lahir dan batin dan dijauhkan dari marabahaya, penyakit serta cobaan yang melanda masyarakat Desa Sukoharjo. Sekarang upacara ini dilaksanakan setiap tahun atau tepatnya setelah masyarakat Desa Sukoharjo panen padi. Mesyarakat meluapkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang didapatnya dengan cara mengadakan upacara adat Hore.
Deskripsi : Pada pelaksanaan upacara ini masyarakat biasanya membuat beraneka macam makanan atau sesaji yang antara lain berupa nasi, panggang, cupu lengo klentik (tutup botol yang diberi minyak goreng), kendi cucup, panggang ilang, tumpeng, uler-uler, jadah, ingkung, jangan menir, dll. Kemudian salah seorang yang dipercaya atau sesepuh Desa Sukoharjo mengadakan ritual untuk mengutarakan apa yang akan menjadi maksud dan tujuan dari mengadakan sesaji tersebut. Setelah ritual itu selesai seluruh warga yang mengikuti upacara tersebut bersorak dengan menyerukan kata hore….hore… diikuti dengan saling melempar sesaji sampai sesaji tersebut habis. Dengan melaksanakan upacara tersebut, masyarakat Desa Sukoharjo meyakini bahwa kelak Tuhan akan memberikan rizki yang lebih atau hasil panen yang melimpah sehingga masyarakat pun lebih semangat lagi dalam mengelola sawahnya.