Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaGetuk Pisang - Kediri, Jawa Timur
Sejarah: Getuk Pisang adalah makanan khas kota Kediri. Asal usul dari getuk pisang itu sendiri belum diketahui secara pasti, namun tradisi pengolahan dan pembuatan gethuk pisang diyakini sudah berlangsung secara turun temurun dan diwariskan lintas generasi. Konon gethuk pisang ini sudah populer sejak zaman kerajaan Kadiri dan menjadi makanan kesukaan Dewi Sekartaji, putri dari Kerajaan jenggala (pecahan dari Kerajaan kadiri). Bahkan menurut mitos, karena sking lezatnya, para dewa di khayangan sampai rela turun ke bumi hanua untuk mencicipi gethuk pisang buatan rakyat Kerajaan Kadiri. Deskripsi: Selaras dengan namanya, gethuk pisang tentu saja berbahan dasar dari buah pisang, biasanya dari jenis buah pisang raja nangka. Pisang jenis ini menjadi pilihan utama karena bentuknya yang bulat panjang dan bisa mencapai ukuran 15 cm. Keistimewaan lain dari pisang raja nangka, yang dikenal sebagai pisangnya raja-raja, adalah aromanya yang khas dan rasanya yang lain daripada yang lain, yakni perpaduan dari rasa asam dan manis alami meskipun tanpa diberi tambahan gula. Rasa asam manis inilah yang membuat rasa gethuk pisang menjadi berkesan. Gethuk Pisang biasanya menjadi usaha industri rumahan yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Cara pembuatannya gethuk pisang pun terbilang cukup sederhana. Pilih pisang raja nangka yang masih setengah matang, kemudian dikupas kulitnya. Setelah itu pisang dikukus selama beberapa jam hingga warnanya berubah menjadi kemerahan. Selagi masih panas, pisang yang sudah berubah aura tersebut lalu ditumbuk sampai halus dan dibungkus dengan daun pisang. Getuk pisang ini makanan alami tanpa tambahan zat apapun, termasuk gula dan bahan pengawet. Oleh karena itu gethuk pisang hanya bisa bertahan selama dua hari pada suhu kamar atau sekitar empat hari disimpan di dalam lemari pendingin.