Tradisi Pembukaan Cupu Kyai Panjolo - Gunungkidul, D.I. Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTradisi Pembukaan Cupu Kyai Panjolo - Gunungkidul, D.I. Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku KomunitasBelum diisi
Pencatat Karya BudayaDrs. Sujarno
Narasumber-
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. GUNUNG KIDUL
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: Ritual pembukaan kain kafan penutup cupu (guci) Kyai Panjala, dipercaya masyarakat dapat meramal berbagai peristiwa penting yang akan terjadi dalam setahun mendatang. Peristiwa ini dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah yang datang ke Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul. Cupu tersebut berjumlah tiga buah dan diletakan di dalam pethi dengan dibungkus kurang lebih 400 lembar kain kafan. Cupu paling besar bernama Semar Kinandu, yang agak kecil bernama Kalang Kinantang, sedang yang paling kecil bernama Kenthiwiri. Konon usia dari cupu tersebut adalah sekitar 500 tahun. Pembukaan penutup cupu Kyai Panjala rutin digelar setiap tahun yaitu pada malam Selasa Kliwon, di rumah salah seorang ahli waris Dwijo Sumarto. Para peserta rela menunggu berjam-jam untuk menyaksikan pembukaan cupu tersebut. Konon ramalan cupu Panjala dipercaya masyarakat dapat mengantarkan harapan peserta terkabul. Ritual Cupu Panjala ini digunakan untuk meramal berbagai peristiwa seperti pertanian, cuaca, politik, atau peristiwa-peristiwa besar di Indonesia. Deskripsi: Sebelum prosesi pembukaan, para peserta makan nasi uduk dengan lauk ingkung ayam dan toge (kecambah). Kemudian pada tengah malam lebih kurang pukul 00.45 WIB, kain kafan penutup/pembungkus cupu mulai dibuka. Prosesi pembukaan kain kafan tersebut berjalan cukup lama, yaitu sekitar tuga jam. Setiap pembukaan kain kafan terdapat gambar yang melambangkan suatu peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari pada tahun tersebut. Kain kafan terus dibuka sampai kain kafan yang terakhir. Setiap kain kafan terdapat gambar yang berbeda-beda dan masing-masing sebagai lambang peristiwa tertentu. Namun demikian, juru kunci Cupu Kyai Panjala tidak memberikan keterangan terkait temuan gambar atau barang yang ada di kain kafan tersebut. Penafsiran gambar atau barang yang ada di kain kafan itu, diserahkan pada masing-masing individu. Oleh karena begitu banyaknya peserta yang hadir, maka tidak semuanya dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Cupu Kyai Panjala tersebut. Untuk itu disediakan pengeras suara untuk menginformasikan atau mengumumkan kepada para peserta yang ada di luar rumah tentang apa yang terdapat di kain kafan pembungkus yang baru saja dibuka.