Tradisi Genduren Ingkung Rasulan - Gunungkidul, D.I. Yogyakarta

Data Teknis
KategoriWarisan Budaya
Kategori SubWarisan Budaya
No Inventaris-
NamaTradisi Genduren Ingkung Rasulan - Gunungkidul, D.I. Yogyakarta
Karya BudayaAdat Istidat Masyarakat
Karya Budaya SubUpacara Tradisional
Kondisi Saat IniMasih Bertahan
Status BudayaPencatatan
Pelaku Komunitas: Suharjono (ketua panitia pelaksana)
Pencatat Karya BudayaDrs. Sujarno
Narasumber-
ProvinsiDI Yogyakarta
Kabupaten/KotaKAB. GUNUNG KIDUL
Penginput DataRizki Dian Saputra
Sejarah: Rasulan merupakan salah satu tradisi yang sudah lama ada di kalangan masyarakat pedesaan. Bahkan tradisi tersebut sudah puluhan tahun dilaksanakan oleh masyarakat pendukungjya. Tradisi Rasulan sebagai tardisi warisan dari leluhur sampai kini masih di uri-uri (dilestarikan) oleh masyarakat Gunung Kidul. Biasanya tardisi Rasulan diadakan setiap tahun sekali dan setia wilayah sering kali memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda. Tradisi rasulan diadakan setelah selesai masyarakat melakukan panen. Rasulan tersebut adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maka Kuasa yang telah memberi rizki pada masyarakat melalui hasil panen yang melimpah. Deskripsi: Rasulan digelar di Desa dengok, Kecamatan Playen, Gunung Kidul Pelaksanaan tradisi tersebut setelah sholat duhur. Para penduduk berbondong-bondong membawa tenggok yang berisi nasi uduk dan ingkung ayam menuju tempat upacara di Pendapa Damarjati yang terletak di Pedukuhan Dengok IV. Pendapa tersebut konon merupakan tempat salah satu dari Wali Sanga untuk mengislamkan para penduduk yang ingin memeluk agama Islam waktu itu. Oleh karena Dusun Dengok IV menjadi tempat pendapa tersebut, maka upacara rasulan ditempatkan di dusun tersebut. Rasulan ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas rahmat dan rizki yang telah diberikanNya dan berharap tahun yang akan datang diberi hasil panen yang lebih baik. Acara Rasulan berlangsung lebih kurang tiga jam, dengan acara intinya yaitu “Kenduren Ingkung”. Para peserta duduk di pendapa Damarjati sementara panitia mempersiapkan nasi uduk dengan lauk ingkung ayam. Ingkung ayam yang dibagikan jumlahnya cukup banyak yaitu lebih kurang 200 ekor dan dibagikan kepada ratusan peserta yang hadir di acara tersebut. Oleh karena banyaknya ingkung ayam yang dibagikan maka acara rasulan tersbut disebut juga “Kenduri Ingkung”.