Data Teknis
| Kategori | Warisan Budaya |
| Kategori Sub | Warisan Budaya |
| No Inventaris | - |
| Nama | Kesenian gejog Lesung - Kab. Klaten, Jawa Tengah |
| Karya Budaya | Seni Pertunjukan |
| Karya Budaya Sub | Seni Suara |
| Kondisi Saat Ini | Masih Bertahan |
| Status Budaya | Pencatatan |
| Pelaku Komunitas | Belum diisi |
| Pencatat Karya Budaya | Insani Suciati, S.Pd. |
| Narasumber | http://ukmklaten.com/seni-pertunjukan-tradisional-klaten http://budayaindo.com/tradisi-gejog-lesung-dari-jogja http://jogja.tribunnews.com/2013/08/16/peringati-hut-ri-warga-cawas-klaten-gelar-lomba-gejog-lesung/ |
| Provinsi | Jawa Tengah |
| Kabupaten/Kota | KAB. KLATEN |
| Penginput Data | M. Raga Putra Ammarsada |
Sejarah:
Dahulu lesung digunakan oleh rakyat desa untuk memisahkan padi dari tangkai-tangkainya, setelah panen raya tiba. Caranya, padi kering dimasukkan ke dalam lesung, kemudian ditumbuk dengan alu secara berirama. Setelah jaman kian maju, membersihkan padi dengan lesung ditinggalkan, karena dinilai kurang dapat memperoleh hasil yang banyak.
Kini, lesung ditetapkan sebagai seni tradisional. Untuk melestarikannya, tradisi ini masih dilakukan saat ada festival kesenian tradisional, bersih desa, atau lomba-lomba desa saja. Gejog lesung ini juga dipakai dalam beberapa kegiatan budaya daerah misalnya sedekah laut dan ketika gerhana bulan.
Deskripsi:
Kesenian Gejog Lesung lahir di Dukuh Soran Desa Duwet Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten, jarak dari kota Klaten + 4 km arah utara Klaten. Lesung merupakan musik tradisionil kuno yang saat ini hampir punah, dan mempunyai nilai seni yang tinggi khususnya bagi para petani yang mengungkapkan rasa kegembiraannya setelah musim panen padi tiba. Kesenian ini mengandung unsur penyampaian informasi kepada masyarakat sekitar bahwa pada saat tersebut ada orang punya hajat dan ketika terjadi gerhana bulan. Kegiatan ini dilakukan turun temurun dan akhirnya menjadi suatu kesenian yang enak untuk didengarkan.